Polisi Thailand Bubarkan Pengunjuk Rasa di Kementerian Energi

Kepolisian Thailand berhasil merebut kembali gedung Kementerian Energi yang sempat diduduki para pengunjuk rasa selama sebulan terakhir. Dalam aksinya ini polisi menahan 100 demonstran.

INTERNASIONAL

Selasa, 18 Feb 2014 13:22 WIB

Author

Antonius Eko

Polisi Thailand Bubarkan Pengunjuk Rasa di Kementerian Energi

thailand, unjuk rasa, Yingluck Shinawatra

Kepolisian Thailand berhasil merebut kembali gedung Kementerian Energi yang sempat diduduki para pengunjuk rasa selama sebulan terakhir. Dalam aksinya ini polisi menahan 100 demonstran. 


Sementara itu ratusan aparat keamanan juga berusaha menguasai kembali beberapa kantor pemerintahan lainnya. 


Krisis politik melanda Thailand sejak merebaknya aksi unjuk rasa pada November lalu. Para pengujuk rasa menduduki kantor-kantor pemerintah dan menunjuk agar penguasa negara mengundurkan diri. 


“Kami baru berhasil merebut satu dari lima lokasi yang dijadikan pusat kegiatan unjuk rasa, yaitu Kementerian Energi. Kami juga menangkap 100 pengunjuk rasa,” kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanathabutr. 


Kantor perdana menteri menjadi titik penting bagi para demonstran. Ribuan orang berkumpul di depan kantor itu. Mereka menyegel gerbang dan mencegah pegawai yang ingin bekerja. 


Pemerintah menyatakan akan merebut kembali kantor perdana menteri pekan ini, namun belum diketahui apakah upaya ini akan dilakukan tanpa kekuatan senjata. 


Polisi pada umumnya tak mau menggunakan senjata saat menghadapi pengunjuk rasa. Mereka mengizinkan demonstran memasuki gedung pemerintah demi mencegah terjadinya kekerasan. 


Kelompok anti pemerintah menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri. Mereka menuding pemerintahan Yingluck masih dipengaruhi oleh kakaknya, bekas perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang saat ini berada di pengasingan. (bbc) 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme