Pengunjuk Rasa Ingin Bersihkan Thailand dari Keluarga Shinawatra

Demonstran anti pemerintah berencana akan melanjutkan unjuk rasa untuk mendongkel Perdana Menteri Yinluck Shinawatra dari kekuasaannya. Rencana aksi protes akan dilanjutkan sehari setelah pemerintah Thailand mengklaim pemilu berlangsung damai dan lancar.

INTERNASIONAL

Senin, 03 Feb 2014 08:35 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Pengunjuk Rasa Ingin Bersihkan Thailand dari Keluarga Shinawatra

thailand, unjuk rasa, Yingluck Shinawatra

KBR68H - Demonstran anti pemerintah berencana akan melanjutkan unjuk rasa untuk mendongkel Perdana Menteri Yinluck Shinawatra dari kekuasaannya. Rencana aksi protes akan dilanjutkan sehari setelah pemerintah Thailand mengklaim pemilu berlangsung damai dan lancar. 


Pemimpin pengunjuk rasa Suthep Thaugsuban menyatakan akan memimpin unjuk rasa di Taman Bangkok hari ini. Dia mengaku akan menekan pemerintah dengan pelbagai cara agar politik dalam negeri bersih dari pengaruh keluarga Shinawatra. 


Kemarin para demonstran sempat memblokir sejumlah tempat pemungutan suara di seperlima negara bagian. Dalam aksinya mereka mendesak adik Thaksin Shinawatra ini untuk segera mengundurkan diri. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah berkuasa segera memberi jalan bagi yang telah ditunjuk untuk merombak sistem politik yang mereka klaim telah di sandera oleh adik pengusaha Thaksin Shinawatra. Perdana Menteri Yinluck Shinawatra hampir dipastikan akan kembali berkuasa usai pemungutan suara kemarin. 


Dari kawasan negara bagian utara dan timur laut, pendukung Yinluck mengklaim telah memberikan mandat yang sah untuk sang Perdana Menteri. Tapi hasil pemungutan suara kemarin dipastikan tak akan dapat mengubah situasi status quo di negara yang populer dengan sektor pariwisatanya. Dunia usaha juga terus menghadapi goncangan akibat kekacauan politik yang telah berlangsung selama delapan tahun. 


Voting lebih lanjut sudah dijadwalkan pada 23 Februari mendatang. Setelah masalah dengan pemungutan suara hari Minggu lalu. Voting mengalami masalah sekitar 18 persen atau 69 dari 375 daerah pemilihan nasional. Komisi Pemilihan Umum Thailand mengatakan, 18 provinsi dari 77 diantaranya sangat berpengaruh. Di sana para demonstran menyerukan pemerintah berhasil menyabotase suara. Perdana Menteri Yinluck Shinawatra tetap menjadi juru kunci tanpa otoritas kekuasaan karena pelbagai gangguan yang mungkin akan berlangsung sepekan sebelum kursi parlemen diisi. (Reuters, BBC, Aljazeera)


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?