Konflik Thailand: Unicef Serukan Anak Bebas dari Kekerasan

Seruan dikeluarkan Unicef kepada pihak yang pro dan anti pemerintah. Seruan dikeluarkan karena konflik di Thailand telah menewaskan 2 anak-anak warga Bangkok pada minggu (23/2).

INTERNASIONAL

Selasa, 25 Feb 2014 09:54 WIB

Author

Luviana

Konflik Thailand: Unicef Serukan Anak Bebas dari Kekerasan

thailand, unjuk rasa, Yingluck Shinawatra

KBR68H, Jakarta - Seruan dikeluarkan Unicef kepada pihak yang pro dan anti pemerintah. Seruan dikeluarkan karena konflik di Thailand telah menewaskan 2 anak-anak warga Bangkok pada minggu (23/2). 


Dua anak yang tewas adalah kakak beradik Korawit (4 tahun) dan Patcharakorn Yos-Ubon (6 tahun) dan juga seorang perempuan berusia 59 tahun. Pihak Unicef menyatakan bahwa seharusnya anak-anak tidak diikutsertakan dalam konflik politik yang terjadi.


Ketiganya tewas ketika granat dilemparkan ke kerumunan gerombolan penyerang yang tak dikenal ketika terjadi unjukrasa di Bangkok. Dua kakak beradik tewas setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bangkok 


Bijaya Rajbhandari, Koordinator Unicef di Thailand menyatakan bahwa kekerasan ini merupakan sesuatu yang tragis bagi anak-anak, karena seharusnya anak-anak mendapatkan keamanan di masa konflik terjadi. 


Unicef menyerukan agar anak-anak ini diselamatkan, tidak berada di lokasi konflik. Karena itu harus disediakan zona aman bagi anak-anak dan memberikan perlindungan hukum yang aman bagi anak-anak korban konflik ini. 


Unicef juga menyerukan agar segera membawa pelaku yang bertanggungjawab atas tewasnya anak-anak ke pengadilan.


Konflik di Thailand terjadi sejak 20 November 2013 dan hingga hari ini masih terus terjadi. Kondisi ini kian memanas karena pemerintah dan pihak oposisi tidak kunjung mengadakan dialog. (ionglobaltrends) 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat