Survei: Mayoritas Warga Dunia Anggap Kapitalisme Buruk

Pandangan bahwa kapitalisme itu 'buruk' dominan di 22 negara, dengan persentase tertinggi di Thailand, India, Prancis, Malaysia, dan Indonesia.

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 21 Jan 2020 14:26 WIB

Author

Adi Ahdiat

Survei: Mayoritas Warga Dunia Anggap Kapitalisme Buruk

Ilustrasi: Poster tolak kapitalisme dalam demo kelompok buruh di London, Inggris (1/4/2009). (Foto: Wikimedia Commons: Jonny White)

KBR, Jakarta - Saat ini mayoritas warga dunia memandang kapitalisme sebagai sistem ekonomi yang 'buruk'.

Hipotesis itu muncul dari laporan survei global Edelman Trust Barometer 2020 yang dirilis lembaga konsultan bisnis Eldeman, Minggu (19/1/2020).

Akhir tahun lalu Edelman menggelar survei di 28 negara, dengan melibatkan puluhan ribu sampel responden berusia 18-64 tahun. Dari situ, Edelman menemukan ada 56 persen responden yang memandang kapitalisme secara negatif.

"Lebih dari separuh responden global yakin bahwa kapitalisme saat ini lebih banyak melakukan keburukan ketimbang kebaikan (doing more harm than good)," jelas Edelman di situs resminya, Minggu (19/1/2020). 

Pandangan bahwa kapitalisme itu 'buruk' dominan di 22 negara, dengan persentase tertinggi di Thailand, India, Prancis, Malaysia, dan Indonesia.

Sedangkan pandangan bahwa kapitalisme itu 'baik' hanya dominan di 6 negara yaitu Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada.  


Artikel Terkait: Mengintip Cita-Cita Besar Kelompok Anarko Sindikalis


Banyak yang Mengalami Ketidakadilan

Pandangan negatif terhadap kapitalisme beriringan dengan banyaknya penduduk dunia yang merasakan 'ketidakadilan' atau 'sense of injustice'.

Menurut survei Edelman, 74 persen responden global mengaku mengalami 'ketidakadilan' yang dideskripsikan lewat 4 indikator, yaitu:

  • Kelompok elite tidak bersentuhan dengan masyarakat umum.
  • Kelompok elite tak peduli dengan kehendak masyarakat umum.
  • Masyarakat umum berjuang keras menghidupi diri, sedangkan kelompok elite semakin kaya.
  • Sistem ekonomi hanya menguntungkan orang kaya dan penguasa.

Sebanyak 73 persen responden global juga mengharapkan adanya tokoh pembaharu di lingkaran kekuasaan yang mampu membuat perubahan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menelisik Instruksi Jokowi kepada Delapan Daerah Prioritas COVID-19

Kisah Anak Timor Leste yang Dicuri Mencari Keluarganya