Survei: Masyarakat Global Lebih Percaya LSM Ketimbang Pemerintah

Menurut hasil survei Edelman di 28 negara, pemerintah umumnya dianggap sebagai institusi paling tidak etis dan paling tidak kompeten.

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 21 Jan 2020 15:42 WIB

Author

Adi Ahdiat

Survei: Masyarakat Global Lebih Percaya LSM Ketimbang Pemerintah

Ilustrasi: Poster bernada ketidakpercayaan pada pemerintah dalam demo tolak RUU bermasalah di DPR, Jakarta (24/9/2019). (Foto: KBR/Wahyu Setiawan)

KBR, Jakarta - Saat ini masyarakat global lebih percaya pada non-governmental organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM), ketimbang pada pemerintah.

Hal itu terbaca dalam laporan survei global Edelman Trust Barometer 2020 yang dirilis lembaga konsultan bisnis Edelman, Minggu (19/1/2020).

Edelman Trust Barometer 2020 merupakan laporan hasil survei di 28 negara, yang melibatkan puluhan ribu responden berusia 18-64 tahun.

Dalam survei tersebut Edelman mengukur tingkat kepercayaan warga terhadap empat institusi, yaitu LSM, perusahaan, media massa, dan pemerintah. Pengukuran dilakukan dengan memakai indikator 'kompetensi' dan 'perilaku etis'.

"Saat ini masyarakat mendasarkan kepercayaan pada dua atribut: kompetensi (kemampuan memenuhi janji) dan perilaku etis (kemampuan melakukan hal baik dan memberi manfaat bagi publik)," jelas Edelman di situs resminya, Minggu (19/1/2020).

Dengan mendasarkan surveinya pada dua indikator tadi, survei Edelman menemukan bahwa:

  • LSM: dianggap paling etis, namun kurang kompeten.
  • Perusahaan: dianggap kurang etis, namun paling kompeten.
  • Media massa: dianggap kurang etis dan kurang kompeten.
  • Pemerintah: dianggap paling tidak etis dan paling tidak kompeten.

Berdasarkan laporan Edelman, LSM bisa mendapat nilai etis tinggi karena dianggap sebagai agen perubahan, jujur, visinya sejalan dengan masyarakat, serta melayani kepentingan umum.

Sedangkan pemerintah mendapat nilai etis paling rendah karena dianggap tak mampu membawa perubahan, korupsi dan bias, visinya tidak sejalan dengan masyarakat, serta hanya melayani kepentingan sekelompok kecil orang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Menteri Keuangan India Dituduh Politisasi Pembagian Vaksin Covid-19 Gratis

Implementasi B30 di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Diduga Pungli, Empat Petugas Rapid Tes Ditangkap Polda Papua