Terus Konflik, Warga Ukraina Gelar Aksi Damai

Sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di Alun-alun Kemerdekaan Kiev (Kiev's Independence Square) melakukan aksi long march untuk menyuarakan perdamaian atas konflik yang terjadi di timur Ukraina, Senin (19/1).

INTERNASIONAL

Senin, 19 Jan 2015 12:27 WIB

Author

Ririn Herlinawaty

Terus Konflik, Warga Ukraina Gelar Aksi Damai

ukraina, krimea, rusia

KBR - Sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di Alun-alun Kemerdekaan Kiev (Kiev's Independence Square) melakukan aksi long march untuk menyuarakan perdamaian atas konflik yang terjadi di timur Ukraina, Senin (19/1).


Presiden sekaligus Perdana Menteri Ukraina Petro Poroshenko juga ikut dalam aksi tersebut sambil membawa poster berisi slogan "I am Volnovakha" atau "Saya Volnovakha". Slogan tersebut merujuk pada 13 penumpang bis yang mejadi koban tembakan rudal di Kota Volnovakha pada 13 Januari lalu.


"Kami akan mengenang para pahlawan Ukraina yang memberikan nyawa mereka demi kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina. Kami tidak akan menyerah semeter pun dari tanah kami," kata Poroshenko pada CNN. 

 

Sementara itu, perang di timur Ukraina terus memakan korban. Sejak April 2014 lalu, pasukan pemerintah dan pemberontak pro-Rusia terus melakukan serangan merebutkan timur Donetsk dan Luhansk setelah Rusia mencaplok Crimea bulan sebelumnya. 


Meski demikian, menurut juru bicara Kolonel Andriy Lesenko, tentara Ukraina telah berhasil mengambil kendali bandar udara Dontesk.


"Selama 24 jam terakhir, 4 tentara Ukraina mati sementara 32 lainnya terluka," jelas Lysenko pada CNN, Minggu (18/1).


Berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Daerah Donetsk, Vyacheslav Abroskin, serangan di Donetsk juga menyebabkan warga sipil tewas. Dua orang anak laki-laki tewas setelah misil tentara masuk ke sebuah rumah sementara seorang anak perempuan mengalami luka serius akibat konflik tersebut.


Kesepakatan gencatan senjata antara Pemerintah Ukraina, Rusia, dan pemimpin pemberontakan telah dicapai pada 5 September 2014 lalu di Minsk, Belarus. Pada 19 September 2014 kesepakatan lanjutan juga dilakukan meski saat itu semua pihak saling menyalahkan atas pertumpahan darah yang terjadi.


Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkaan pernyataan yang ditujukan kepada semua pihak untuk menahan diri.


"Perebutan wilayah Dontesk telah menimbulkan banyak korban dan mengancam kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai dengan susah payah," jelas Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon dalam pernyataannya.


Ban Ki-Moon juga menekankan, kerusakan lebih lanjut dari situasi ini harus dihindari dengan segala cara. PBB juga mendukung semua upaya de-eskalasi dan dimulainya proses perdamaian yang sesungguhnya untuk mengembalikan stabilitas dan integritas Ukraina. (cnn) 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10