Ribuan Warga Jerman Serukan Pesan Toleransi

Ribuan warga Jerman di empat kota turun ke jalan menentang demonstrasi mingguan di Dresden atas apa yang disebut sebagai

INTERNASIONAL

Selasa, 06 Jan 2015 08:47 WIB

Author

Eva Mazrieva

Ribuan Warga Jerman Serukan Pesan Toleransi

toleransi, jerman

Ribuan warga Jerman di empat kota turun ke jalan  menentang demonstrasi mingguan di Dresden atas apa yang disebut sebagai “Islamisasi Barat” yang telah menarik semakin banyak pendukung. 


Penyelenggara demonstrasi di Berlin, Stuttgart, Cologne dan Dresden mengatakan mereka berdemonstrasi menentang rasisme dan xenophobia, serta mendorong pesan toleransi. 


Gereja, tempat-tempat bisnis, perusahaan listrik kota Cologne dan fasilitas umum lain berencana mematikan listrik di gedung dan fasilitas mereka guna menunjukkan solidaritas pada demonstran yang menentang demonstrasi PEGIDA – Patriotic Europeans against Islamization of the West atau “Warga Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat”. 


Dalam tiga bulan terakhir, jumlah demonstran PEGIDA di bagian timur kota Dresden, kota yang juga dihuni oleh sejumlah imigran atau warga Muslim, telah membengkak dari ratusan menjadi 17.500 orang sebelum Natal lalu. Polisi memperkirakan jumlah serupa akan berkumpul pada demonstrasi Selasa (6/1). 


Dalam pidato Tahun Barunya, Kanselir Jerman Angela Merkela menghimbau warga Jerman untuk menjauhi demonstrasi di Dresden itu.  


Pemimpin katedral terkenal di Cologne,Norbert Feldhoff  mengatakan akan tetap mematikan lampu-lampu di bagian luar katedral supaya demonstran PEGIDA berpikir dua kali tentang demonstrasi mereka.


Balai Kota Cologne dan beberapa gereja serta gedung bersejarah lainnya juga mengatakan akan mematikan lampu. Sementara perusahaan listrik Rhein-Energie mengatakan akan memadamkan lampu-lampu jembatan kota itu.


Di Dresden,  pabrik mobil Volkswagen mengatakan akan mematikan lampu-lampu di pabrik yang berdinding kaca itu guna menggarisbawahi prinsip perusahaan, yaitu adanya “masyarakat yang terbuka bebas dan demokratis”. (VOA) 


Editor: Antonius Eko 



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

Penyadapan Grup WhatsApp oleh Polisi Langgar Privasi Masyarakat

Kabar Baru Jam 7

News Beat