Ribuan Gading Gajah Dijual di Perbatasan Burma-Cina

Satu tim aktivis lingkungan yang menyamar menemukan adanya ribuan gading gajah yang diperdagangkan secara terbuka di sebuah kota di Burma. Kota itu berbatasan dengan Cina, dimana permintaan sangat tinggi akan produk-produk hewan gelap.

INTERNASIONAL

Jumat, 31 Jan 2014 09:00 WIB

Author

Tony Hotland

Ribuan Gading Gajah Dijual di Perbatasan Burma-Cina

gading gajah, burma, cina

KBR68H, Washington - Satu tim aktivis lingkungan yang menyamar menemukan adanya ribuan gading gajah yang diperdagangkan secara terbuka di sebuah kota di Burma. Kota itu berbatasan dengan Cina, dimana permintaan sangat tinggi akan produk-produk hewan gelap. 


Tim itu terdiri dari anggota LSM lingkungan TRAFFIC dan Universitas Oxford Brookes. Mereka menemukan lebih 3.300 benda yang dibuat dari gading gajah di kota Mong La di bagian timur laut Cina.


Chris Shepherd, direktur TRAFFIC kawasan Asia Tenggara, mengatakan mereka terkejut menemukan perdagangan satwa liar, termasuk berbagai spesies yang hampir punah dan dilindungi, yang jauh lebih besar daripada temuan-temuan sebelumnya.


“Selama ini, biasanya hewan diperdagangkan untuk daging, obat-obatan tradisional atau untuk pajangan tetapi tidak dalam skala sebesar ini,” kata Shepherd. 


Shepherd mengatakan sulit menyimpulkan berapa banyak produk-produk hewan gelap yang diperdagangkan di kota itu berasal dari Afrika. Ada beberapa produk yang memang berasal dari Afrika seperti gigi kuda nil, kata Shepherd, tetapi adalah mengerikan jika produk gading sebanyak itu berasal hanya dari gajah-gajah Asia yang jumlahnya sudah turun drastis.


TRAFFIC akan melaporkan temuan tersebut kepada pemerintah Burma dan Cina. Keduanya adalah anggota CITES – konvensi PBB untuk perdagangan spesies satwa dan tanaman liar yang terancam punah.


Shepherd mengatakan Cina telah berbuat banyak daripada kebanyakan negara untuk menumpas perdagangan gading gelap. Namun ia mengatakan perlu ada lebih banyak langkah untuk mencegah terulangnya apa yang berlangsung di kota tadi.


Ia mengatakan langkah yang sangat penting adalah mengurangi permintaan gading di Cina. Selain itu, kata Shepherd, adalah penegakan hukum di Burma dan Cina serta kerjasama antara kedua negara menggunakan kerangka konvensi PBB CITES.


Beberapa waktu lalu, Cina telah menghancurkan enam ton gading yang mereka sita.(VOA) 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme