Perempuan Afghanistan Tak Lagi Dilarang Bekerja

KBR68H, Washington - Meski risiko keamanan meluas, jumlah perempuan yang bekerja di provinsi Kandahar

INTERNASIONAL

Rabu, 15 Jan 2014 09:49 WIB

Author

Eva Mazrieva

Perempuan Afghanistan Tak Lagi Dilarang Bekerja

afghanistan, perempuan, bekerja

KBR68H, Washington - Meski risiko keamanan meluas, jumlah perempuan yang bekerja di provinsi Kandahar – Afghanistan Selatan telah meningkat secara signifikan tahun lalu.

Lebih dari 1.150 perempuan bekerja untuk pemerintah provinsi,  sebagian besar sebagai guru. Juru bicara Gubernur Kandahar Jawaid Faisal mengatakan kepada VOA jumlah ini meningkat dari sekitar 900 guru perempuan pada tahun 2013.

Ia menambahkan permintaan akan lapangan pekerjaan meningkat di kalangan perempuan yang berpendidikan dan tidak.

Kandahar adalah bekas pusat kekuasaan Taliban dan pemimpinnya Mullah Mohammad Omar, yang menghilang pada bulan Desember 2001 setelah pasukan koalisi yang dipimpin Amerika menggulingkan Taliban dari kekuasaan.

Di bawah kekuasaan Taliban dulu, perempuan dilarang bekerja di luar rumah dan anak-anak perempuan dilarang bersekolah.

Tetapi pejabat propinsi urusan pendidikan Mohammad Ewaz Nazari mengatakan ratusan perempuan kini mengajar ribuan anak perempuan.

Dari tahun 1994 hingga 2002 – ketika Taliban menguasai Kandahar – tidak ada anak perempuan yang lulus sekolah.  Tahun ini 500 anak perempuan menyelesaikan sekolah menengah atas. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Ngopi Bersama Azul Eps33: Gembira Bersama Temenggung

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemisahan Sel Napi LGBT Tuai Protes