Mahasiswa Ini Kuliah Sambil Merawat Ayahnya yang Lumpuh

Sang ayah kini dirawat di kamar asramanya.

INTERNASIONAL

Kamis, 30 Jan 2014 09:18 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Mahasiswa Ini Kuliah Sambil Merawat Ayahnya yang Lumpuh

Inspiratif, mahasiswa Cina, lumpuh


KBR68H - Guo Shijun adalah contoh anak muda yang luar biasa. Dia adalah seorang mahasiwa di sebuah universitas ternama di Cina. Di saat yang sama, ia merawat ayahnya yang lumpuh di kamar asramanya. 


Anak muda berusia 20 tahun ini berasal dari keluarga miskin, tapi ia tak menyerah dengan impiannya bersekolah di kampus ternama dengan meraih nilai-nilai yang cemerlang. Tapi orangtuanya hanya bisa mendampingi Shijun dengan kondisi terbatas. 


Ayahnya lumpuh karena kecelakaan kerja setelah jatuh dari sebuah jembatan setinggi 15 meter di Kota Liuan,Provinsi Anhui. Kecelakaan itu mengakibatkan sang ayah lumpuh mulai dari pinggang ke bawah. Sementara sang ibu mengalami gangguan mental akibat meningitis. 


Sebelum ayahnya lumpuh, Shijun lah yang merawat sang ibu. Tapi begitu ayahnya sakit, kakek nenek bergantian merawat sang ibu sehingga Shijun bisa berkonsentrasi merawat ayahnya. 


Karena Shijun tengah kuliah, ia membujuk kampus untuk membolehkan sang ayah tinggal di kamar asramanya. Dengan begitu ia bisa dengan mudah mengecek kondisi sang ayah di sela-sela kuliah. Dia juga membuat sebuah tempat tidur istimewa untuk ayahnya yang lumpuh. 


Untuk bisa meneruskan kuliah, Shijun harus pinjam uang kiri kanan, dari keluarga dan teman. Uang kuliahnya saja mencapai 40 juta rupiah per tahun, belum lagi untuk makanan serta biaya merawat sang ayah. Tapi dengan segala keterbatasan, Shijun tetap meraih nilai cemerlang di kampus dan diganjar dengan beasiswa dari universitas. Shijun masih terus berjuang tapi ia punya satu harapan. 


“Saya kira setelah saya lulus, semuanya akan jadi lebih baik.” (dailymail) 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik