KJRI Karachi Fasilitasi Kepulangan WNI Asal Jember

KBR68H, Jakarta

INTERNASIONAL

Senin, 28 Jan 2013 12:03 WIB

Author

Doddy Rosadi

KJRI Karachi Fasilitasi Kepulangan WNI Asal Jember

WNI, Karachi, Jember

KBR68H, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Kemlu melalui KJRI Karachi memfasilitasi pemulangan seorang WNI atas nama Siti Munawaroh (SM) ke tanah air. Didampingi oleh Pejabat Konsuler, SM beserta puteranya sampai di Jakarta Sabtu sore (26/01).

”Alasan pemulangan SM antara lain karena suaminya, warga negara Pakistan bekerja di Hong Kong selama setahun dan tidak kembali serta tidak menafkahinya. Selain itu, menurut laporan KJRI Karachi kondisi keamanan di Karachi yang tidak konfusif bagi ia dan puteranya juga merupakan penyebab utama.” Kata Direktur Informasi dan Media, P.L.E. Priatna, dalam keterangan pers yang diterima Portalkbr.com

Siti akhirnya datang melapor ke Kantor KJRI Karachi pada hari Senin (21/01), bersama puteranya yang berusia 1 tahun yang juga pemegang paspor RI.
Konjen RI Karachi memutuskan untuk memberikan bantuan penampungan sementara di Guest House Kantor KJRI Karachi, sambil menunggu proses pemulangannya. Setelah memperoleh konfirmasi tiket penerbangan, Siti langsung dipulangkan bersama dengan puteranya ke tanah air.

Sebelum berangkat ke Airport, Konjen RI Karachi beserta isteri berkesempatan menemui Siti dan puteranya untuk memberikan dukungan moril dan menyampaikan bantuan dari KJRI Karachi untuk perjalanan pulang ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.