Share This

Sony Kembali Jadi Korban Peretas

Sony kembali menjadi sasaran para peretas, para pengunjung laman PlayStation store disambut dengan tulisan "Page Not Found! It's not you. It's the internet's fault" (Laman ini tidak dapat ditemukan! Ini bukan salah anda. Ini salah internet). Ini terjadi s

INTERMEZZO

Selasa, 09 Des 2014 19:16 WIB

sony, peretas

Sony kembali menjadi sasaran para peretas, para pengunjung laman PlayStation store disambut dengan tulisan "Page Not Found! It's not you. It's the internet's fault" (Laman ini tidak dapat ditemukan! Ini bukan salah anda. Ini salah internet). Ini terjadi sejak Senin lalu (8/12) 


Sebuah kelompok peretas yang menamakan dirinya Lizard Squad menyatakan diri sebagai pelaku peretasan laman PlayStation online milik Sony itu. Lewat akun twitter, mereka munuliskan “"PSN Login #offline #LizardSquad." Sebelumnya kelompok peretas ini juga melakukan hal serupa bahkan melumpuhkan jaringan Destiny and Call of Duty,Xbox Live, dan laman game streaming Twitch.


Sementara itu, Sony Entertainment Network merespon melalui akun twitter mereka dengan menuliskan saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan serta investigasi terkait hal tersebut. 


Bulan lalu Sony Pictures juga menjadi korban para peretas. Kelompok peretas Guardian of Peace (GOP) mengunggah beberapa film yang belum dirilis ke situs data hosting lengkap dengan gaji para aktor dalam film-film itu.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.