Share This

Sikap Perusahaan Tehnologi Dunia soal Pengawasan Pemerintah

Pemimpin perusahaan teknologi skala global telah menyerukan "perubahan besar-besaran" untuk pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS).

INTERMEZZO

Senin, 09 Des 2013 22:13 WIB

Author

Kartika Sabturina

Sikap Perusahaan Tehnologi Dunia soal Pengawasan Pemerintah

Perusahaan Tehnologi, Pengawasan Pemerintah

KBR68H - Pemimpin perusahaan teknologi skala global telah menyerukan "perubahan besar-besaran" untuk pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Google, Apple, Facebook, Twitter, AOL, Microsoft, LinkedIn, dan Yahoo adalah delapan perusahaan teknologi yang membentuk aliansi yang disebut kelompok reformasi pengawasan pemerintah.

Kelompok ini telah menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Kongres dan mengungkapkan bahwa praktek pengawasan ini dirasa telah "merusak kebebasan" orang. Intinya anggota kelompok ini mengungkapkan bahwa tingkat pengawasan perlu dikontrol.

Di dalam surat tersebut, "Laporan tentang pengawasan pemerintah telah menunjukkan ada kebutuhan nyata untuk pengungkapan yang lebih besar dan batasan baru pada bagaimana pemerintah mengumpulkan informasi," kata CEO Facebook, perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia, Mark Zuckerberg (29).

Mark menambahkan, bahwa Pemerintah Amerika Serikat harus mengambil kesempatan untuk memimpin upaya reformasi ini dan membuat hal yang benar.

Hal senada ini dikemukakan oleh CEO Google, Larry Page (40) yang mengatakan bahwa keamanan pengguna data adalah "penting" bagi perusahaan, tetapi penambahan ini telah "dirusak oleh pengumpul data secara besar-besaran, secara rahasia dan tanpa pengawasan independen, oleh banyak pemerintah di seluruh dunia,".

Kelompok ini muncul setelah terjadi kebocoran mengenai rincian sejauh mana program pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah AS, seperti yang diungkapkan oleh Edward Snowden. Ia-lah yang membocorkan informasi mengenai itu semua dalam surat kabar The Guardian di Inggris bulan Juni lalu. (BBC)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.