Share This

Eropa Izinkan Penumpang Gunakan Gadget ketika Pesawat Lepas Landas

KBR68H

INTERMEZZO

Jumat, 15 Nov 2013 13:14 WIB

Author

Doddy Rosadi

Eropa Izinkan Penumpang Gunakan Gadget ketika Pesawat Lepas Landas

eropa, pesawat, gadget, lepas landas

KBR68H – Otoritas penerbangan di Eropa melonggarkan aturan yang melarang penumpang untuk menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat. Selama ini, penumpang pesawat hanya boleh menghidupkan perangkat elektroniknya ketika pesawat sudah di udara.

Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) telah mempublikasikan panduan yang menjabarkan tentang dibolehkannya penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat. Namun, penumpang hanya diperbolehkan menggunakan “airplane mode” ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat.

Artinya, gadget tersebut tidak boleh digunakan dengan suara atau mengirimkan pesan. Eropa mengikuti jejak Amerika Serikat yang sudah menerapkan aturan ini terlebih dahulu, bulan lalu. Selama ini, gadget dilarang dihidupkan karena takut mengganggu peralata penerbangan ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat.

Aturan ini akan diterapkan kepada maskapai penerbangan Eropa dan mulai berlaku akhir bulan ini.

“Ini merupakan langkah besar dalam proses memperbesar kebebasan untuk menggunakan perangkat elektronik tanpa membahayakan keselamatan penumpang di dalam pesawat,”kata Patrick Ky, Direktur Eksekutif EASA. (BBC)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.