Share This

CEO Baru BlackBerry Digaji Rp11 Miliar per Tahun

KBR68H

INTERMEZZO

Selasa, 12 Nov 2013 11:52 WIB

gaji, CEO BlackBerry, 11 miliar

KBR68H – Chief Executive Officer BlackBerry yang baru yaitu John Chen akan menerima gaji $1 juta atau sekitar Rp11 miliar. Bukan itu saja, Chen yang baru bergabung pekan lalu kan menerima bonus $2 juta atau sekitar Rp22 miliar.

Selain itu, Chen juga akan menerima kompensasi 13 juta lembar saham BlackBerry. Harga saham tersebut $6,5 per lembar dengan demikian total kompensasi yang diterima Chen sebesar $84,5 juta. Chen akan menerima 25 persen dari jumlah itu pada tahun ketiga dan 25 persen lagi pada tahun keempat. Di tahun kelima, Chen akan menerima sisanya sebesar 50 persen.

Pekan lalu, BlackBerry mengumumkan nama John Chen sebagai pengganti Thorstein Heins di posisi CEO. Sebelumnya, Chen adalah CEO Sybase, yang dibeli oleh SAP pada 2010. Kompensasi besar yang diterima Chen itu diberikan setelah BlackBerry juga menghadiahkan uang sebesar $22 juta kepada Heins yang mengundurkan diri.

Saham yang diberikan dalam jumlah besar juga merupakan insentif kepada Chen untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sebagai perbandingan, CEO Priceline yang baru yaitu Darren Huton hanya digaji $750.000 dan saham senilai $6juta serta penghargaan berdasarkan kinerja maksimal $14 juta. (Mashable)


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.