Vorombe Titan, Burung Terbesar di Dunia Asal Madagaskar

Burung yang masuk dalam spesies burung gajah ini memiliki berat 860 kilogram, tinggi 3 meter, dan tidak bisa terbang.

BERITA | INTERMEZZO

Senin, 01 Okt 2018 22:42 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Vorombe Titan, Burung Terbesar di Dunia Asal Madagaskar

Foto: Kesan seniman tentang Voronbe titan. (Jaime Chirinos)

KBR - Peneliti di Zoological Society of London Institute of Zoology di London, Inggris menyatakan burung Vorombe Titan merupakan burung terbesar di dunia. Dilansir dari Science Alert, burung yang masuk dalam spesies burung gajah ini memiliki berat 860 kilogram, tinggi 3 meter, dan tidak bisa terbang.

"Mereka akan menjulang di atas orang-orang," kata James Hansford, penulis utama studi dan ahli paleontologi di Zoological Society of London (ZSL) dikutip dari AFP.

Salah satu spesimen tersebut ditimbang dan kira-kira beratnya sama dengan jerapah dewasa. "Mereka pasti tidak bisa terbang karena mereka tidak bisa mendukung mendekati berat badan mereka," kata dia.

V. Titan ini berasal dari Madagaskar, Afrika dan diperkirakan punah 1000 tahun yang lalu. Peneliti mengatakan, kepunahan tersebut kemungkinan besar karena pengaruh pemukim manusia prasejarah di daerah tersebut.

Pada saat itu, Madagaskar merupakan rumah bagi berbagai jenis megafauna lain. Termasuk, lemur raksasa, kura-kura, dan hippotami. Masalah "burung terbesar di dunia" telah menjadi pusat studi dan debat yang ketat selama beberapa dekade. Namun, setelah menganalisis ratusan tulang burung gajah dari museum di seluruh dunia, peneliti ZSL menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Vorombe Titanadalah yang terbesar.

Sebelumnya rekor burung terbesar dipegang oleh spesies Aepyornis maximus.

Para peneliti juga memberikan penilaian taksonomi pertama, dari keluarga burung gajah di lebih dari 80 tahun. Mereka menemukan bahwa sebenarnya ada tiga genus burung gajah, dan empat spesies. Laporan itu dilansir dari The New York Times.

"Gajah burung adalah yang terbesar dari megafauna Madagaskar dan bisa dibilang salah satu yang paling penting dalam sejarah evolusi, bahkan lebih daripada lemur," kata Hansford dalam siaran pers.

Para penulis menyebut pekerjaan mereka dapat membantu upaya konservasi di Madagaskar, yang merupakan rumah bagi beberapa spesies yang terancam kritis.

"Tanpa pemahaman yang akurat tentang keanekaragaman spesies di masa lalu, kita tidak dapat memahami evolusi atau ekologi dalam sistem pulau yang unik seperti Madagaskar atau merekonstruksi apa yang hilang sejak kedatangan manusia di pulau-pulau ini," ungkap seorang Samuel Turvey dari ZSL's Institute of Zoology melalui dalam siaran pers.

"Mengetahui sejarah hilangnya keanekaragaman hayati sangat penting untuk menentukan cara melestarikan spesies terancam hari ini," tutup Samuel Turvey.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK akan Mati Suri, Jokowi Didesak Keluarkan Perpu