Peneliti: Rokok Elektrik Memperlambat Penyembuhan Luka

Nikotin yang ada dalam vape disebut dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko komplikasi bagi perokok, terutama setelah melakukan operasi.

BERITA | INTERMEZZO

Jumat, 19 Okt 2018 15:36 WIB

Author

Angelina Legowo

Peneliti: Rokok Elektrik Memperlambat Penyembuhan Luka

Ilustrasi. Rokok elektrik. (Foto: shutterstock.com / Pharmaceutical Journal)

ROKOK elektrik seringkali dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok biasa karena tidak menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar dari tembakau.

Namun penelitian yang dilakukan Universitas Boston menunjukkan rokok elektrik atau vape memiliki efek yang sama dengan rokok. Keduanya sama-sama mengandung nikotin.

Sama halnya dengan rokok biasa, peneliti menyebut merokok dengan rokok elektrik (vaping) juga dapat memperlambat penyembuhan luka di kulit. Nikotin yang ada dalam vape disebut dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko komplikasi bagi perokok, terutama setelah melakukan operasi.

Ahli bedah memperingatkan pasien yang merokok, baik vape ataupun rokok biasa, untuk berhenti beberapa minggu sebelum operasi.

"Berdasarkan temuan kami, rokok elektrik bukanlah alternatif yang aman untuk rokok tradisional, karena berkaitan dengan waktu penyembuhan luka," kata Jeffrey Spiegel, kepala bedah plastik wajah di Boston Medical Center, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (18/10/2018).

Dari percobaan yang dilakukan pada tikus, peneliti menemukan baik vape mapun rokok konvensional mengakibatkan lebih banyak jaringan mati, yang akan menunda penyembuhan luka. Hal yang sama juga akan berlaku untuk manusia.

Spiegel dan rekan-rekannya mengukur waktu penyembuhan luka pada flap atau lapisan kulit yang dicangkokkan pada hewan yang terpapar asap vape. Setelah dua minggu, ternyata ada peningkatan tingkat kematian jaringan pada flap yang dicangkokkan.

Dengan penemuan ini, peneliti menghimbau ahli bedah untuk memberikan peringatan kepada pasien sebelum melakukan operasi.

"Ahli bedah disarankan untuk memberikan nasihat yang tepat kepada pasien mereka kalau rokok elektrik memiliki risiko penyembuhan pra-operasi yang sama dengan mereka yang merokok."

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Menanti Gebrakan Presiden Jokowi di Periode Ke-2

Kabar Baru Jam 12