Pelukan Bisa Membuat Kita Merasa Lebih Baik

Hasil penelitian ini menambah bukti yang menunjukan bahwa sentuhan manusia yang penuh kasih punya efek yang menenangkan saraf.

BERITA , INTERMEZZO

Jumat, 05 Okt 2018 13:33 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Pelukan Bisa Membuat Kita Merasa Lebih Baik

Foto: Shutterstock/ foxcarolina.com

KBR - Sudahkan Anda menyadari khasiat sebuah pelukan?

Sebuah penelitian mengungkap, pelukan rupanya mampu membuat perasaan kita lebih baik. Apalagi setelah mengalami konflik. Efeknya bisa manjur bahkan hingga keesokan harinya. Selain pelukan, berpegangan tangan juga dapat meningkatkan suasana hati sesorang.

Tim peneliti di Carnegie Mellon University mempelajari 404 orang. Temuannya, mereka yang berpelukan dengan lawan bertengkarnya akan cenderung terhindar dari perasan negatif pada jam bahkan hari sesudahnya.

Dilansir dari Daily Mail, hasil tersebut menambah bukti yang menunjukan bahwa sentuhan manusia yang penuh kasih punya efek yang menenangkan saraf.

Michael Murphy dari Carnegie Mellon University menjelaskan, sentuhan interpersonal non-seksual merupakan perilaku seperti memeluk dan berpegangan tangan yang digunakan untuk mengomunikasikan kasih sayang.

"Individu yang lebih sering terlibat dalam sentuhan interpersonal menikmati kesehatan fisik, psikologis, dan relasional yang lebih baik," kata Michael Murphy.

Stres berat atau stres yang  berulang dapat membangun perasaan cemas, paranoia, kesepian, dan depresi. Jika itu terakumulasi maka dapat menempatkan seseorang pada risiko penyakit kejiwaan dan bunuh diri.

Murphy mengatakan, sentuhan interpersonal secara khusus dikaitkan dengan peningkatan keamanan, dukungan yang lebih besar, peningkatan keintiman, hubungan yang lebih baik, dan penyelesaian konflik yang lebih mudah.

Penelitian ini berfokus pada pelukan, yang merupakan dukungan yang relatif umum dari individu ke berbagai mitra sosial. Sedangkan penelitian-penelitian terdahulu sebagian berfokus pada peran sentuhan dalam hubungan romantis.

Pada penelitian terdahulu, para ilmuwan mewawancarai 404 laki-laki dan perempuan dewasa setiap malam selama 14 hari berturut-turut. Pertanyaannya seputar pendapat soal cara penyelesaian konflik dan, bagaimana perasaan mereka setelah pertengkaran usai.

Mereka yang berpelukan atau berpegangan tangan ditanya lebih lanjut, seberapa sering mereka biasanya berpelukan. Lalu juga, apakah mereka sering berpelukan setelah bertengkar, dan bagaimana perasaan mereka.

Menggabungkan hasil tersebut, peneliti melihat korelasi yang jelas antara pelukan dan suasana hati. Mereka yang berbagi pelukan dengan orang yang mereka ajak bertengkar lebih mungkin untuk merasakan emosi positif setelahnya.

"Menerima pelukan pada saat berkonflik dikaitkan dengan peningkatan pengaruh negatif dan positif yang bersamaan. Namun, jika tidak menerima pelukan pada saat berkonflik, dapat meningkatkan pengaruh negatif hari berikutnya dibandingkan dengan hari-hari ketika berkonflik," jelas Murphy.

Dari penelitian menurutnya masih bisa dikembangkan dengan menunjukkan hubungan sosial seperti siapa saja yang terlibat dalam pelukan. "Kurangnya kekhususan mengenai dari siapa individu menerima pelukan juga membatasi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apakah pelukan dari jenis mitra sosial tertentu lebih efektif daripada pelukan dari orang lain," tulis Murphy dikuti dari Fox Carolina.

Tapi satu yang pasti, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pelukan non-seksual berguna untuk menunjukkan dukungan kepada seseorang yang mengalami konflik hubungan.


Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.