Banyak Wanita di Dunia Tidak Tahu Tentang Kanker Ovarium

Sebuah penelitian baru tentang wanita dengan kanker ovarium menunjukkan bahwa ketidaktahuan tentang kondisi ini merupakan hal umum, di antara para pasien di 44 negara yang disurvei.

BERITA | INTERMEZZO

Senin, 22 Okt 2018 11:24 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Banyak Wanita di Dunia  Tidak Tahu Tentang Kanker Ovarium

Ilustrasi

KBR, Jakarta - Kanker ovarium merupakan salah satu kanker yang paling banyak dialami wanita. Menurut World Health Organization (WHO), hampir 300 ribu wanita akan mengembangkan kanker ovarium pada tahun ini.

Koalisi Kanker Dunia Ovarian memperkirakan, satu dari enam orang akan meninggal dalam waktu tiga bulan setelah didiagnosis dan kurang dari setengahnya akan hidup dalam lima tahun.

Sebuah penelitian baru tentang wanita dengan kanker ovarium menunjukkan bahwa ketidaktahuan tentang kondisi ini merupakan hal umum di antara para pasien di 44 negara yang disurvei.

Jawaban para wanita itu juga menunjukkan bahwa dokter yang menangani mereka juga tidak tahu apa-apa. Banyak dari mereka melaporkan bahwa diagnosis memakan waktu lama, dan mereka tidak dirujuk ke spesialis yang tepat.

Penelitian yang dilakukan oleh Koalisi Kanker Dunia Ovarian ini didasarkan pada survei online dari 1.531 wanita yang telah didiagnosis dengan kanker ovarium.

Delapan puluh enam persen responden di Brasil tidak tahu banyak tentang kanker ovarium.

"Pada saat itu saya tidak tahu apa-apa tentang kanker saya, tidak ada apa-apa," kata Amanda Tabral Vieira Benites, yang pernah menderita kanker ovarium, dikutip dari NPR.

Dalam survei, kurang dari setengah wanita dengan kanker ovarium mencari perawatan dalam waktu satu bulan, ketika gejala pertama kali muncul.

Penelitian ini juga meminta para wanita dari negara berpenghasilan tinggi, menengah dan rendah yang telah didiagnosis menderita kanker ovarium untuk mengisi kuesioner online tentang pengalaman kanker ovarium mereka.

57 persen berada di tahap 3 atau 4 ketika didiagnosis. Frances Reid, seorang perancang studi dengan Koalisi Kanker Dunia Ovarian, mengatakan wanita dalam survei itu lebih muda dan cenderung lebih terdidik daripada wanita rata-rata dengan kanker ovarium.

Survei juga menemukan bahwa hanya sekitar sepertiga dari responden telah mendiskusikan uji klinis dengan dokter mereka.

Penelitian menunjukan, diagnosis diberikan rata-rata 31 minggu dari munculnya gejala pertama.  Hongaria melakukan lebih baik daripada AS, yaitu 25 minggu diagnosis dibandingkan dengan 36 minggu diagnosis.

Di antara negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah, Italia melakukan yang terbaik, dengan 62 persen perempuan didiagnosis dalam waktu 4 minggu sejak kunjungan pertama.

Beberapa pasien Manas Chakrabarti, seorang ahli onkologi ginekologi India di Kolkata, yang berpartisipasi dalam survei ini mengatakan, ketika ia bersekolah kedokteran beberapa tahun yang lalu, ia diajari bahwa kanker ovarium tidak memiliki gejala.

Namun, saat ini ia tahu mengapa seperti itu. "Gejala-gejalanya sangat halus sehingga kecuali pikiran Anda terbuka, mata Anda tidak melihat," katanya.

Ia juga mengatakan banyak dokter di seluruh dunia tidak mengetahui akan hal ini.

Orang yang diwawancarai, akhirnya, datang untuk dirawat, di mana di banyak bagian dunia, orang-orang yang menderita kanker tidak akses untuk berobat.

"Jika kami benar-benar dapat memperoleh data dari orang-orang yang tidak mendapatkan perawatan atau tidak dapat menggunakan komputer, hasilnya akan benar-benar menghancurkan, saya dapat meyakinkan Anda tentang itu. Ini jauh lebih buruk daripada kelihatannya," katanya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Pemerintah Mesir Didesak Menginvestigasi Dugaan Pembunuhan dan Penyiksaan Oleh Aparat Keamanan

Perkembangan Kondisi Korban Bom Polrestabes Medan

Wacana Sertifikasi Wajib Bagi Calon Pengantin

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7