Share This

Twitter Incar $1 Miliar dari Penjualan Saham Perdana

KBR68H

INTERMEZZO

Jumat, 04 Okt 2013 11:15 WIB

twitter, penjualan saham perdana, 1 miliar dolar

KBR68H – Perusahaan jejaring sosial Twitter mengincar dana miliar atau sekitar Rp11 triliun dari penjualan saham perdana. Twitter sudah mengajukan permohonan untuk melakukan Initial Public Offering alias penjualan saham perdana kepada Badan Pasar Modal Amerika yaitu United Stated Securities and Exchange Comission.

Permohonan itu dilakukan secara tertutup awal tahun ini. Twitter bisa melakukan permohonan untuk IPO secara tertutup karena pendapatan per tahunnya kurang dari miliar pada 2012.
 
Penjamin emisi dari penjualan saham perdan Twitter adalah Goldman Sachs, Morgan Stanley dan sejumlah bank lain. Twitter akan masuk ke Bursa Efek Amerika dengan kode TWTR.

Pada 2012, Twitter meraih pemasukan $316 juta. Pada semester pertama 2013 mencatat kerugian $69,3 juta dan 53,6 juuta dari penjualan. Twitter merupakan sosial media dengan pengguna 215 juta orang. Keputusan untuk melakukan penjualan saham perdana membuat Twitter bisa memasang iklan lebih banyak lagi di masa depan untuk meningkatkan pertumbuhan. (yahoonews)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.