Share This

Pengguna Internet di Cina Tembus Setengah Miliar Lebih

KBR68H, Washington - Jumlah pengguna internet di Cina naik menjadi 591 juta orang.

INTERMEZZO

Selasa, 01 Okt 2013 11:29 WIB

pengguna internet, cina, 560 juta, telepon genggam pintar

KBR68H, Washington - Jumlah pengguna internet di Cina naik menjadi 591 juta orang. Laporan yang dirilis Rabu mengatakan, kenaikan ini disebabkan jumlah orang yang menggunakan internet melalui telepon pintar atau piranti nirkabel lainnya naik 20 persen dalam setahun belakangan.

Angka yang dirilis akhir Juni oleh Pusat Informasi Jaringan Internet Cina atau CNNIC itu merupakan kenaikan total 10 persen pengguna internet dibanding setahun lalu. Jumlah pengguna internet lewat piranti nirkabel naik menjadi 464 juta.

Pemerintah Cina menganjurkan penggunaan internet untuk bisnis dan pendidikan tetapi berupaya memblokir akses ke website yang dianggap subversif atau tidak senonoh.

Menurut CNNIC, kenaikan terbaru itu meningkatkan jumlah pengguna internet di Cina menjadi 44 persen dari seluruh penduduk.

Pekan ini, Baidu, operator mesin pencari terpopuler di Cina, mengumumkan akan membayar 1.9 milyar dolar untuk mengakuisisi distributor aplikasi telepon pintar, 91 Wireless Websoft. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.