Share This

Pantai Parangtritis Akan Punya Kolam Renang

Pantai Parangtritis Akan Punya Kolam Renang

INTERMEZZO

Rabu, 30 Okt 2013 08:56 WIB

pantai parangtritis, kolam renang, apbd bantul

KBR68H, Bantul - Pantai Parangtritis bakal dibangun kolam renang. Proyek yang menggunakan dana APBD Bantul itu diminta tak mengulangi nasib proyek pembangunan kios dan los di Parangtritis yang kini terbengkalai.

Anggota Komisi C DPRD Bantul yang membidangi infrastruktur, Agung Laksmono mengatakan, ada anggaran senilai Rp200 juta untuk pembangunan kolam renang. Anggaran itu muncul dalam nomenklatur rencana anggaran yang diusulkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Itu sebagai upaya pengembangan kawasan,” terang Agung beberapa waktu lalu.

Menurutnya tak hanya kolam renang yang akan dibangun, namun juga pendapa dan tempat parkir. Dewan secara umum mendukung program tersebut. “Dasarnya kita sepakati untuk penggalakan pariwisata,” ungkapnya lagi.

Kepala DPU Bantul Heru Suhadi membenarkan soal proyek kolam renang. Menurut Heru, pembangunan kolam renang itu berdasarkan grand design pengembangan wisata yang menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM). “Itu kajian dari UGM juga, detailnya saya tidak ingat,” ujar Heru.

Sumber: Radio Star Jogja

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.