Share This

Jam Epigenetik, Alat Pengukur Penuaan Tubuh

KBR68H, Washington - Profesor genetika Universitas California Steve Horvath telah menciptakan alat baru yang dapat mengukur penuaan tubuh secara akurat.

INTERMEZZO

Kamis, 24 Okt 2013 08:23 WIB

jam epigenetik, penuaan tubuh, alat ukur, steve horvath

KBR68H, Washington - Profesor genetika Universitas California Steve Horvath telah menciptakan alat baru yang dapat mengukur penuaan tubuh secara akurat.   "Pada dasarnya saya mengembangkan cara untuk memprediksi umur berdasarkan DNA. Untuk ini saya mengidentifikasi 353 penanda pada DNA yang mengukur tingkat metilasi DNA,”ujarnya.

Metilasi adalah epigenetik yang terjadi secara alami - yaitu  modifikasi gen - proses yang memodifikasi DNA secara kimia dan sangat penting dalam perkembangan setiap organisme. Horvath dan rekan-rekannya mempelajari informasi dari 8.000 sampel untuk memetakan metilasi pada organ, jaringan dan sel yang sehat dan sakit, dari janin sampai orang yang berusia 100 tahun atau lebih.  
"Saya menemukan bahwa jam epigenetik bergerak lebih cepat semasa pertumbuhan, dan setelah usia 20 tahun, melambat ke tingkat yang konstan. Tapi saya juga menemukan bahwa jaringan kanker rata-rata 36 tahun lebih tua dari jaringan yang sehat dan saya mengamati efeknya pada ke-20 jenis kanker yang saya pelajari,”jelasnya.
 
Dengan kata lain, sebagian sel menua lebih cepat daripada yang lain.Horvath mencatat meskipun kebanyakan sampel biologis cocok dengan usia kronologisnya, sebagian menyimpang secara signifikan. Misalnya, jantung manusia rata-rata 12 tahun lebih muda dibanding usia kronologisnya, dan umur jaringan payudara sehat perempuan lebih cepat menua daripada bagian tubuh yang lain.  

"Jadi, mungkin bahwa kanker yang berdekatan dengan jaringan ini mempercepat penuaan. Saya juga mempelajari satu set data tentang jaringan payudara yang sangat sehat, dan bahkan di sana pun saya mengamati adanya penuaan yang signifikan,”katanya.

Hasilnya mungkin menjelaskan mengapa kanker payudara adalah kanker yang paling umum pada wanita.   Hebatnya , Horvath mengatakan jam epigenetik itu mencatat umur yang dapat diandalkan di seluruh anatomi manusia, terlepas dari mana DNA itu berasal. 

"Jam epigenetik baru ini benar-benar membuat kita tidak perlu fokus pada satu jaringan saja karena jam ini dapat digunakan di sebagian besar jenis jaringan, organ dan sel, dan manfaat besarnya adalah kini kita dapat membandingkan umur dari berbagai jaringan dan organ berbeda dari individu yang sama,”ungkapnya. 

Horvath mengatakan penelitiannya tidak hanya menggembirakan bagi studi tentang pertumbuhan, penuaan dan penyakit manusia, tetapi juga menunjukkan potensi untuk meremajakan jaringan. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.