Share This

Ingin Punya iPhone, Pasangan Muda di Cina

KBR68H

INTERMEZZO

Jumat, 18 Okt 2013 17:06 WIB

iPhone, pasangan muda cina, jual anak


KBR68H – Pasangan muda di Cina terancam menerima hukuman kriminal karena ingin mempunyai telepon pintar merk iPhone. Cara yang mereka lakukan untuk mempunyai telepon pintar produksi Apple itu dinilai telah melanggar hukum. Mereka didakwa telah melakukan praktik perdagangan manusia karena secara ilegal memasukan anaknya untuk diadopsi melalui dunia maya.

Ibu bayi itu kemudian menggunakan uang yang diterimanya dari hasil “menjual” anak ketiganya itu untuk membeli iPhone, sepatu olah raga dan sejumlah produk lainnya. Namun, pasangan itu membantah telah melakukan perdagangan manusia. Mereka beralasan, anak ketiganya diizinkan untuk diadopsi oleh orang lain agar mendapatkan masa depan yang lebih baik.

“Kami sudah mempunyai dua anak, karena itu kami melakukan hal itu,”kata pasangan muda Cina tersebut yang tidak disebutkan namanya.

Media di Shanghai tidak menulis berapa uang yang didapat pasangan muda itu dari “penjualan” anaknya di situs online.  Namun, dari publikasi online yang dilakukan pasangan itu menyebutkan angka $4.900 hingga $8.200.

Produk Apple sangat popular di Cina. Sejumlah remaja di Cina rela menjual ginjalnya dan menggunakan uang yang didapat dari penjualan organ tubuh itu untuk membeli iPhone dan iPad. Bulan lalu, Apple meluncurkan produk terbaru mereka yaitu iPhone 5s dan juga iPhone 5c. (AFP)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.