Share This

Fairfax Ambil Alih Blackberry

Perusahaan smartphone Blackberry di Kanada akan dibeli dengan harga $ 4,7 miliar atau sekitar Rp 53,7 triliun oleh pemegang saham terbesarnya.

INTERMEZZO

Selasa, 01 Okt 2013 11:16 WIB

Fairfax, Blackberry

KBR68H - Perusahaan smartphone Blackberry di Kanada akan dibeli dengan harga $ 4,7 miliar atau sekitar Rp 53,7 triliun oleh pemegang saham terbesarnya.

Perusahaan ini mengumumkan dalam sebuah pernyataan hari Senin (23) waktu setempat bahwa Blackberry menandatangani surat perjanjian atau letter of intent dengan Fairfax Financial Holdings Limited. Berdasarkan kesepakatan yang diusulkan itu, perusahaan berbasis di Kanada itu akan membayar semua pemegang saham Blackberry $ 9 per saham.

Pekan lalu, perusahaan yang kesulitan itu mengumumkan kerugian kuartalan $ 1 miliar atau Rp 11,4 triliun, dan juga rencana mem-PHK 40 persen pegawainya.

Blackberry boleh dikatakan sebagai penemu smartphone hampir 10 tahun lalu dengan seperangkatan telepon berkeyboard kecil yang dioperasikan dengan jari.

Meskipun dengan peluncuran smartphone baru berlayar sentuh bulan Januari lalu, Blackberry terus-menerus kehilangan pangsa pasarnya. Perusahaan ini berat untuk bersaing dengan Apple dengan produknya iPhone dan sejumlah produk smartphone lainnya yang menggunakan sistem operasi Android.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.