Share This

2013, Penjualan Telepon Pintar di Dunia Hampir Tembus 1 Miliar Unit

KBR68H

INTERMEZZO

Rabu, 09 Okt 2013 15:23 WIB

martphone, samsung, penjualan

KBR68H – Penjualan telepon pintar atau smartphone di seluruh dunia terus melonjak. Berdasarkan penelitian CCS Insight, penjualan smartphone di seluruh dunia pada tahun ini hampir menembus 1 miliar unit.

Menurut CCS Insight, jumlah telepon genggam yang dijual pada tahun ini di seluruh dunia berjumlah 1,7 miliar unit dan lebih dari setengahnya adalah telepon pintar. Akibat tren ini, perusahaan pembuat telepon pintar semakin terpacu untuk mengeluarkan lebih banyak produk terbaru.

Salah satunya adalah Samsung Electronic yang baru saja meluncurkan telepon pintar dengan layar kurva. Produk terbaru Samsung tersebut diberi nama Galaxy Round dan menampilkan layar 14,5 cm. Peluncuran Galaxy Round dilakukan hanya satu hari setelah LG juga mengungkapkan akan memproduksi telepon pintar dengan layar kurva.

Produk Samsung dan LG itu menggunakan teknologi Organic Light Emitting Diode (OLED) yang juga digunakan dalam produk televisi. Sejumlah analis menyebut, telepon pintar dengan layar kurva kemungkinan besar tidak akan terlalu laris di pasar. Namun, hadirnya telpon pintar dengan layar kurva merupakan sebuah indikasi prospek industri ini di masa yang akan datang. (BBC)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.