Share This

Penggunaan Gadget Kurang dari 2 Jam Sehari Tingkatkan Kemampuan Kognisi Anak

Anak-anak yang menggunakan gadget untuk hiburan kurang dari dua jam, tidur 9-11 jam, dan beraktivitas fisik setidaknya 1 jam dalam sehari, akan berkinerja lebih baik dibanding yang tidak melakukannya.

BERITA , INTERMEZZO

Jumat, 28 Sep 2018 14:47 WIB

Penggunaan Gadget Kurang dari 2 Jam Sehari Tingkatkan Kemampuan Kognisi Anak

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto)

KBR - Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak usia 8-11 tahun yang jarang menggunakan gadget sebagai hiburan bakal memiliki kemampuan mental yang lebih baik dibanding mereka yang sering. Paling tidak jika ia hanya menggunakan gadget kurang dari dua jam dalam sehari.

Gadget yang dimaksud dalam penelitian ini di antaranya televisi, smartphones atau telepon pintar, tablet, and video games.

Dikutip dari BBC, Kamis (27/9/2018), studi ini melibatkan 4.500 anak-anak di Amerika Serikat dan diterbitkan dalam jurnal The Lancet Child & Adolescent Health. Penelitian menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Daftar pertanyaan itu memperkirakan aktivitas fisik, tidur, dan waktu menggunakan gadget untuk hiburan di kalangan anak-anak.

Anak-anak yang telah mengisi kuesioner juga dinilai keterampilan pengetahuannya (tes kognitif). Faktor yang dilihat adalah kemampuan bahasa, ingatan, dan perhatian.

Namun peneliti juga menyesuaikan hasil kuesioner dengan memperhatikan beberapa faktor lain yang dianggap mampu memengaruhi tes kognitif anak. Di antaranya, pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan orangtua dan anak, latar belakang etnis, indeks massa tubuh, dan cedera kepala.

Hasil penelitian tersebut menunjukan anak-anak yang menggunakan gadget untuk hiburan kurang dari dua jam, tidur selama 9-11 jam,dan beraktivitas fisik setidaknya 1 jam dalam sehari akan berkinerja lebih baik dibanding yang tidak.

"Berdasarkan temuan kami, dokter anak, orangtua, pendidik, dan pembuat kebijakan harus mempromosikan pembatasan waktu menggunakan gadget untuk hiburan dan memprioritaskan rutinitas tidur yang sehat sepanjang masa kanak-kanak dan remaja," kata Jeremy Walsh dari CHEO Research Institute, di Ottawa, Kanada.

Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional atau melalui pengamatan. Perlakuan itu mengakibatkan, temuan ini tidak menunjukan hubungan sebab akibat antara waktu melihat layar gadget dengan pengetahuan anak. Studi juga tidak melihat faktor untuk apa anak-anak tersebut menggunakan gadget, entah itu untuk menonton televisi, bermain video game, atau mengakses media sosial.  

Walsh mengatakan, perlu lebih banyak penelitian yang memperhatikan hubungan antara penggunaan gadget dan kognisi, termasuk mempelajari efek dari berbagai jenis waktu penggunaan. Ia mengatakan ada beberapa bukti, misalnya, bahwa permainan video dan program TV pendidikan mungkin memiliki manfaat kognitif untuk anak.

Sebaliknya, bukti yang muncul menyarankan penggunaan perangkat mobile dan media sosial mungkin berbahaya untuk perhatian, memori, dan kontrol impuls.

Para penulis juga mengakui ada keterbatasan dalam studi mereka. Menurut mereka, kuesioner pada awal penelitian tidak melacak bagaimana perilaku dapat berubah dari waktu ke waktu.

Kirsten Corder, peneliti senior investigator di Universitas Cambridge yang tidak terlibat dalam penelitian mengungkapkan, temuan pada penelitian tersebut menambah bukti mengenai adanya hubungan antara efek negatif dari penggunaan gadget.

"Hasil ini diharapkan akan merangsang penelitian lebih lanjut menggunakan teknik yang memungkinkan para peneliti untuk mengeksplorasi bagaimana perilaku ganda dapat saling mempengaruhi untuk mendapatkan manfaat kognisi dan kesehatan," katanya.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.