Share This

Peneliti Temukan Spesies Ikan yang 'Meleleh' Jika ke Permukaan

Linley menambahkan, tanpa tekanan yang ekstrem dan dingin untuk mendukung tubuh mereka, makhluk itu sangat rapuh, mereka akan dengan cepat meleleh jika dibawa ke permukaan.

BERITA , INTERMEZZO

Jumat, 14 Sep 2018 18:22 WIB

Foto: businessinsider.com

KBR - Dengan menggunakan perangkat yang dilengkapi kamera bawah air dan umpan, para peneliti menemukan tiga spesies ikan baru di Atacama Trench.

Salah satu spesies ikan siput (snailfish) itu memiliki struktur 'agar-agar' yang tembus cahaya dan dapat berwarna merah jambu, biru, atau ungu.

Ikan siput terebut sangat rapuh sehingga jika dikeluarkan ke tempat yang ekstrem--di mana bukan habitat yang seharusnya--maka sang ikan bakal cepat meleleh. Demikian dilansir dari businessinsider, Kamis (13/9/2018).

Sekitar 160 kilometer dari pantai Chili dan Peru, Atacama Trench merupakan salah satu saluran laut terdalam di dunia. Dengan lebar 2.500 kilometer dan kedalaman lebih dari 8.000 meter, saluran ini mematikan bagi sebagian besar makhluk hidup. Sangat sedikit spesies tumbuhan dan hewan yang dapat bertahan dari suhu dingin dan tekanan ekstrem ini.

Menurut para ilmuwan dari University of Newcastle, dasar laut di bagian laut dalam bukan saja jauh lebih padat daripada perkiraan sebelumnya, melainkan juga menjadi rumah bagi spesies baru ikan siput.

Yang lebih menggembirakan, para ilmuwan dapat menggunakan rekaman mereka untuk membedakan ikan dengan tiga warna berbeda.

Ikan siput menyesuaikan dengan kondisi kehidupan yang ekstrem. Ikan ini hidup di kedalaman 6.400 meter, dapat dibedakan dengan bentuknya yang panjang, seperti jeli, kulitnya yang tembus cahaya, dan gerakannya yang halus serta meluncur.

"Struktur agar-agar mereka berarti mereka sempurna disesuaikan untuk hidup pada tekanan ekstrem," kata Thomas Linley, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian.

Dia menambahkan, tanpa tekanan yang ekstrem dan dingin untuk mendukung tubuh mereka, makhluk itu sangat rapuh. Ikan-ikan itu akan dengan cepat meleleh jika dibawa ke permukaan.

Para peneliti pun melanjutkan studi tentang spesies tersebut di laboratorium. Meskipun ikan siput membutuhkan kondisi hidup yang sangat ekstrem, para peneliti berhasil membawa salah satu spesimen ikan ke atas dengan umpan dalam ‘kondisi yang sangat baik’.

Linley sekarang bergabung dengan tim ilmuwan, termasuk peneliti dari Museum Sejarah Alam di London, untuk menyelidiki spesies tersebut. Menurut para peneliti, ikan siput berbeda dengan stereotip ikan laut dalam. Ikan siput ini tidak memiliki sisik, tidak ada gigi besar, atau ukuran yang buruk.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.