Share This

Konsumsi Tiga Produk Susu Dalam Sehari dapat Turunkan Resiko Penyakit Jantung

BERITA , INTERMEZZO

Rabu, 12 Sep 2018 10:08 WIB

Konsumsi Tiga Produk Susu Dalam Sehari dapat  Turunkan Resiko Penyakit Jantung

Ilustrasi, Foto: Getty Images

KBR -Mengonsumsi tiga porsi produk susu dalam sehari, dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Kesimpulan ini didapat setelah peneliti menganalisa makanan lebih dari 130.000 orang di hampir 24 negara.  Menurut penelitian tersebut, mengonsumsi satu porsi susu atau yogurt penuh lemak 244g, potongan keju 15 gram, atau satu sendok teh mentega dalam sehari dapat bermanfaat bagi kesehatan.


Temuan yang dipublikasikan di The Lancet ini, bertentangan dengan rekomendasi diet yang menyarankan agar tidak mengonsumsi produk susu penuh lemak. 


Pedoman Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Penyakit untuk tahun 2015 hingga 2020 menyarankan untuk mengonsumsi susu bebas lemak atau rendah lemak.


Sementara itu, peneliti pada program Epidemiologi Gizi di Population Health Research Institute of McMaster University, Dr. Mahshid mengatakan, dari hasil penelitiannya, konsumsi produk susu terutama pada tingkat rendah dapat memengaruhi kematian dan penyakit kardiovaskular. "Di negara-negara berpenghasilan menengah, konsumsi susu jauh lebih rendah daripada di Amerika Utara atau Eropa,” ujar Dr. Mahshid Dehghan.


Para peneliti di McMaster University meneliti 136.384 sukarelawan berusia antara 35 hingga 70 tahun dari studi Prospective Urban Rural Epidemiological (PURE). Pada mulanya, para peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang makanan yang mereka makan. Sembilan tahun kemudian, peneliti mengunjungi mereka kembali.
 
Pada saat itu, 6.796 peserta telah meninggal, dan 5.855 mengalami serangan jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya.
Para sukarelawan dibagi menjadi empat kategori, yaitu mereka yang mengonsumsi susu lebih dari dua porsi per hari, satu sampai dua porsi per hari, satu porsi per hari, dan tidak mengonsumsi susu sama sekali.


Temuan dari penelitian ini menunjukan, mereka yang mengonsumsi susu yang mengandung paling banyak lemak, rata-rata 3,2 porsi per hari, memiliki tingkat kematian yang lebih rendah 3,3% dari standar dan risiko 3,7% terkena penyakit kardiovaskular.
 
Sedangkan mereka yang mengonsumsi susu kurang dari 0,5 porsi, memiliki tingkat kematian 44,4%, dan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 5%.


Namun, karena penelitian ini bersifat observasional, para ilmuwan tidak dapat membuktikan bahwa mengonsumsi susu dapat mencegah penyakit jantung atau menurunkan risiko seseorang meninggal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjawab apa yang membuat pola-pola ini muncul dari data.


Penulis juga berpendapat, perlu adanya peninjauan ulang terhadap produk susu yang menyatakan bahwa lemak jenuh sepenuhnya berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular.
 
Manfaat potensial dari senyawa yang ditemukan dalam produk susu, seperti asam amino tertentu, vitamin K1 dan K2, kalsium, magnesium, potasium dan beberapa probiotik menjamin penyelidikan dilakukan lebih lanjut.


Ahli gizi berkualifikasi dan juru bicara Asosiasi Dietetik Inggris, Emer Delaney, mengatakan  sebelum pedoman atau rekomendasi utama diubah, perlu dilakukan lebih banyak lagi penelitian terkait hal ini.  


Ia juga mengingatkan, produk dengan kandungan lemak, masih tinggi kalori dan menyebabkan kenaikan berat badan, jika dikonsumsi berlebihan.  
  

“Hasilnya sangat menarik karena mereka mendukung penggunaan produk susu berlemak dalam penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan rendah lemak atau bebas lemak, yang disarankan oleh pedoman kesehatan saat ini," ujar Emer Delaney, seperti dilansir dari Newsweek.


Ia  juga merekomendasikan untuk mengonsumsi dua hingga tiga porsi makanan kaya kalsium untuk kesehatan orang dewasa. 


Profesor Nutrisi Rantai Makanan di Universitas Reading, Dr, Ian Givens, mengatakan, penelitian ini akan menambah saran bahwa pedoman diet harus mempertimbangkan makanan serta nutrisi.
 
Dilansir dari Newsweek,  menurut Givens,  studi Ini juga menambah bukti bahwa lemak jenuh dari susu tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, tidak seperti beberapa sumber lain. Meski begitu, Givens, tidak terlibat dalam penelitian ini.  

 
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.