Share This

Ini Kiat Menjaga Asupan Gizi untuk Ibu Hamil & Menyusui

Hal yang harus kita sadari bahwa kebutuhan gizi bagi ibu hamil itu lebih tinggi dibanding dengan yang tidak hamil. Ada penambahan kalori sebesar 300 kalori

BERITA , INTERMEZZO

Jumat, 14 Sep 2018 13:26 WIB

Author

Yogi Ernes

Ini Kiat Menjaga Asupan Gizi untuk Ibu Hamil & Menyusui

Ilustrasi (Foto: ODHD/Creative Commons)

KBR, JakartaMasa hamil dan menyusui adalah salah satu momen penting bagi sebagian perempuan. Semasa itu, perempuan dituntut untuk menjaga asupan makanan bagi tubuh. Tapi asupan gizi bagaimanakah yang sebenarnya dibutuhkan perempuan hamil atau menyusui?

Sandra Fikawati, ahli gizi sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menjelaskan. Perempuan dengan kondisi hamil atau menyusui salah satunya, memerlukan kalori yang lebih banyak.

"Hal yang harus kita sadari bahwa kebutuhan gizi bagi ibu hamil itu lebih tinggi dibanding dengan yang tidak hamil. Ada penambahan kalori sebesar 300 kalori. Belum lagi ada zat mikro yang perlu ditambahkan ke asupan ibu hamil seperti kalsium, asam folat, dan zat besi," terang Sandra dalam program Ruang Publik KBR, Rabu (12/9/2018). 

Ia pun mengungkapkan, para ibu hamil juga harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Di antaranya yang mengandung protein. Rekomendasinya, kesehatan bagi ibu hamil harus mencapai 75-100 gram konsumsi per hari.

Kandungan zat besi pun harus diperhatikan, mengingat ketika hamil secara fisiologis volume darah meningkat. Karena itu harus mengonsumsi makanan yang menyimpan banyak kandungan zat besi. Konsumsi asam folat ketika hamil juga menjadi kandungan gizi yang hrus diperhatikan para ibu hamil. Sebab kekurangan asam folat pada masa awal kandungan berpotensi mengakibatkan kelainan pada bayi atau biasa disebut spina bifida.

Spina Bifida adalah cacat lahir yang ditandai dengan terbentuknya celah atau defek pada tulang belakang juga sumsum tulang belakang bayi. Kelainan ini dipicu pembentukan sumsum tulang belakang yang tidak sempurna pada bayi selama dalam kandungan.

Perihal ibu hamil yang sebelum mengandung sudah menjadi vegetarian, menurut Sandra, kebutuhan gizi masih bisa terpenuhi. Namun ia juga mengatakan, ada kandungan gizi yang tak bisa didapat tanpa mengonsumsi protein hewani, yakni vitamin B12.

Ketika masa hamil selesai dan masuk fase menyusui, satu hal yang harus jadi perhatian lantaran kerap dilewatkan oleh para ibu di Indonesia adalah kurangnya asupan gizi saat menyusui dibanding ketika hamil. Padahal, menurut Sandra, asupan gizi ketika menyusui seharusnya lebih besar ketimbang masa hamil.

"Satu yang sering sayangkan dari para ibu-ibu di Indonesia adalah setelah mereka melahirkan, justru asupan gizinya malah berkurang. Seharusnya ketika menyusui, produksi ASI itu kan sedang tinggi-tingginya, harusnya diimbangi dengan asupan gizi makanannya yang semakin tinggi pula," ungkap Sandra.

"Namun karena banyak ibu yang baru melahirkan ingin segera kembali ke bentuk tubuh ideal mereka, membuat mereka melewatkan banyak makanan yang mengandung asupan gizi yang tinggi," lanjutnya.

Hal yang mesti diperhatikan bukan hanya oleh perempuan yang sedang menyusui melainkan juga oleh pasangannya, adalah produksi ASI turut ditentukan oleh kondisi psikologis sang ibu.

"Proses menyusui itu ditentukan oleh dua hormon, yaitu hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Hormon prolaktin adalah hormon yang membuat sel-sel produksi ASI bekerja secara maskimal, sedangkan hormon oksitosin adalah yang berfungsi mengeluarkan ASI-nya. Jika ibu stress, sakit dan tidak nyaman bisa menyebabkan ASI keluar sedikit, begitu pula sebaliknya," jelas Sandra.

Sandra menambahkan, mengenai makanan pengganti ASI (MPASI), di mana konsumsi makika anan tersebut bisa dilakukan setelah enam bulan usia bayi. Masa itu menurut Sandra, konsumsi makanan yang harus didapatkan bayi hanya boleh melalui ASI eksklusif dari sang ibu.

Perkenalan MPASI bisa dilakukan mulai dari makanan yang benar-benar cair hingga ke padat. Lebih lanjut Sandra mengungkapkan ketika usai bayi mencapai 1 tahun maka baru diizinkan mengonsumsi makanan lainnya.

Sebagai penutup, Sandra menyarankan para ibu hamil yang masih harus menjaga asupan gizinya untuk menghindari diet setelah melahirkan.

"Ketika hamil itu wajib mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memenuhi kenaikan berat badan yang direkomendasikan. Ketika kenaikkan berat badannya sesuai, artinya berat badannya cukup, berat lahirnya juga normal. Waktu mulai menyusui, ibu harus menyusui sampai 6 bulan, dan jangan melakukan diet terlebih dahulu. Karena dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan juga akan membuat berat badan turun dengan sendirinya," tutup Sandra.



Editor: Nurika Manan

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.