Share This

Aktivitas Fisik 10 Menit Disebut Mampu Tingkatkan Daya Ingat

Sepuluh menit melakukan aktivitas fisik ringan cukup untuk meningkatkan konektivitas otak dan daya ingat.

BERITA , INTERMEZZO

Rabu, 26 Sep 2018 20:34 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Aktivitas Fisik 10 Menit Disebut Mampu Tingkatkan Daya Ingat

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

KBR - Sepuluh menit melakukan aktivitas fisik ringan cukup untuk meningkatkan konektivitas otak dan daya ingat.

Para ilmuwan di University of California yang mempelajari aktivitas otak menemukan, keterhubungan antara bagian otak yang bertanggung jawab untuk pembentukan memori dan penyimpanan bakal meningkat setelah 10 menit aktivitas fisik ringan. Seperti berjalan lambat, yoga, atau tai chi.

Sebelum menilai kemampuan ingatan, para ilmuwan meminta 36 sukarelawan yang sehat pada usia awal 20-an untuk melakukan 10 menit olahraga ringan. Tes memori kemudian diulang ke sukarelawan yang sama tanpa adanya olahraga ringan.

Lalu, percobaan yang sama diulang pada 16 sukarelawan yang melakukan olahraga yang sama. Setelah itu, para peneliti memindai otak mereka untuk memantau aktivitas.

Pada otak sukarelawan yang melakukan olahraga, peneliti menemukan komunikasi yang ditingkatkan antara hippocampus (wilayah di otak yang menyimpan ingatan) dan otak kortikal (bagian yang terlibat dalam ingatan-ingatan yang hidup).

"Tugas ingatan benar-benar cukup menantang," kata Michael Yassa, seorang ahli saraf di University of California, Irvine, dan co-leader proyek.

Para peserta pertama kali ditunjukkan gambar benda-benda dari kehidupan sehari-hari, mulai dari brokoli hingga keranjang piknik. Kemudian mereka diuji seberapa baik mereka mengingat gambar. Orang-orang yang berolahraga lebih baik dalam memisahkan atau membedakan antara ingatan yang berbeda, begitu menurut para ilmuwan yang menulis dalam Proceedings of National Academy of Sciences.

"Jalan-jalan malam sudah cukup untuk merasakan beberapa manfaat," imbuh Yassa.

Ia melanjutkan, frekuensi dan jumlah olahraga yang tepat akan bergantung pada usia, tingkat mobilitas, potensi disabilitas, dan faktor gaya hidup.

Dilansir dari The Guardian, temuan tersebut berguna bagi orang yang sudah lanjut usia sebagai upaya memperlambat penurunan kognitif maupun kehilangan memori. 

Sementara itu Michelle Voss, seorang ahli saraf di University of Lowa mengatakan eksperimen ini akan lebih menarik jika dilakukan pada orang dewasa yang lebih tua. Penulis makalah tersebut kini menggunakan metode serupa untuk melihat efek olahraga ringan pada orang tua dalam jangka waktu yang lama.

"Tujuan utama kami adalah untuk mencoba mengembangkan resep olahraga yang dapat digunakan oleh orang dewasa yang lebih tua, yang mungkin memiliki cacat atau gangguan mobilitas. Tetapi masih dapat mengadopsi rejimen olahraga yang sangat sederhana dan mencegah penurunan kognitif," terang Yassa.

Temuan itu juga memacu Yassa dan tim untuk melakukan aktivitas fisik selama 10 menit. "Berdasarkan pengalaman saya, bukan hanya kelompok itu lebih produktif, tetapi kami menjadi lebih bahagia," ungkapnya.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.