Share This

Pengumuman Grand Prize Lomba Blog Serial #RokokHarusMahal

Ada blogger yang curhat, ia mendapat banyak kritik dan “hujatan” atas tulisan yang dipublish. Itulah salah satu resiko yang dihadapi. Namun para blogger tak menyerah untuk terus berpartisipasi mengiku

INTERMEZZO

Selasa, 04 Sep 2018 09:52 WIB


Rangkaian talkshow serial Rokok Harus Mahal, berakhir. Itu artinya berakhir juga lomba blog terkait obrolan dalam tema talkshow yang kami sajikan selama 8 episode.

Terima kasih teman-teman blogger yang sudah mengkuti lomba blog serial talkshow #RokokHarusMahal yang sudah kami adakan sejak Mei hingga Agustus.

Ragam tema kami hadirkan bersama narasumber-narasumber kompeten, demi mengkampanyekan harga rokok yang murah membuat konsumsi rokok makin tak terkendali, termasuk pada anak-anak dan keluarga miskin. Dan ini bisa berdampak pada ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Hampir 200 tulisan kami terima dari para blogger yang mengikuti lomba dari 8 kali episode talkshow yang kami sajikan. Beberapa diantaranya ada yang mengikuti lebih dari 3 kali lomba, dengan tema yang berbeda. Ada pula yang beruntung, bisa dua kali memenangkan lomba blog dalam rangkaian tema ini.

Kami apresiasi ketertarikan para blogger untuk menulis isu ini. Isu yang sensitif, namun harus tetap dikulik dan ditelisik untung ruginya.

Ada blogger yang curhat, ia mendapat banyak kritik dan “hujatan” atas tulisan yang dipublish. Itulah salah satu resiko yang dihadapi. Namun para blogger tak menyerah untuk terus berpartisipasi mengikuti lomba blog ini.
 
Untuk penilaian akhir dan menentukan blogger pemenang grand prize, kami mengundang juri dari kelompok pengendalian tembakau, serta Pemimpin Redaksi KBR Citra Dyah Prastuti dan Redaktur Pelaksana TEMPO Bagja Hidayat.

Juara 1 diraih Arinta Setia Sari dengan judul tulisan “Sebuah Upaya Meretas Jerat Konsumsi Rokok” mendapat hadiah sebesar Rp 4 juta.

Arinta memulai kisah yang sangat personal soal pertikaian suami istri pemilik warung. Istrinya tak setuju suaminya terus menerus merokok. Ceritanya menyentuh, meski tak dielaborasi lebih jauh. Ia pakai cerita pemilik warung dan reportase di warung itu sebagai pengait ke pembahasan soal rokok. Bridigingnya cukup mulus untuk masuk ke pokok soal yang ingin ia sampaikan. Arinta juga melengkapi tulisannya dengan data-data pendukung, sehingga argumentasi yang disampaikan menjadi lebih solid. Selain itu, Arinta juga mengolah infografis sendiri untuk mendukung tulisannya, menunjukkan perhatian yang mendalam dari Arinta soal tema ini.
 
Yang mendapat posisi juara kedua adalah Novi Ardiani dengan tulisan “Tiga Sebab Utama Perempuan Dukung #RokokHarusMahal” memperoleh hadiah Rp 2,5 juta.

Novi berangkat dari cerita personal kematian ayahnya yang merokok dua tahun lalu. Ceritanya bagus, tulisannya cukup menonjol dibanding penulis lain. Novi mengurai dengan rinci dan elaboratif tentang pentingnya peran perempuan dalam mengatur anggaran rumah tangga; yang pada akhirnya diharapkan bisa berpengaruh pada berkurangnya pembelian rokok di rumah tangga tersebut. Tulisannya mengalir dengan baik. Dengan uraian yang rinci, Novi mendorong semangat pemberdayaan bagi para perempuan untuk lebih gigih berperan dalam melawan dampak buruk rokok.

Terakhir, juara 3 diraih oleh Nurul Mutiara Risqi Amalia dengan judul tulisan “Mencegah Generasi Stunting dengan #RokokHarusMahal” memperoleh hadiah Rp 1,5 juta.

Nurul mengambil tema yang cukup menantang yaitu menghubungkan stunting dengan kebiasaan merokok. Dia bahkan memulai tulisan dengan pengakuan bahwa ia semula tak tahu banyak soal isu stunting. Nurul mengambil contoh tetangganya yang miskin, merokok dan punya anak stunting. Dari situ, terlihat kalau Nurul berhasil mengurai argumentasi soal stunting dan rokok dengan baik, runut, jelas dengan bahasa yang lugas. Stunting adalah isu yang sangat penting. Karena itu contoh dari kehidupan sekitar membantu menghidupkan data-data yang ia peroleh. Pembaca blognya juga merespons dengan baik, bahwa tulisannya informatif dan menyenangkan untuk dibaca. 

Selamat ya untuk pemenang. Sampai jumpa di lomba blog yang akan kami hadirkan kembali dengan tema berbeda.

Jika Anda ikut mendukung Rokok Harus Mahal, silakan tandatangani petisinya di sini.





 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.