Share This

7 Tahun Lagi, Robot Diprediksi Ambil Alih Setengah Pekerjaan Manusia

Dimuat dalam laporan The Future of Jobs 2018, WEF memperkirakan robot akan menggantikan manusia dalam sektor akuntansi, manajemen klien, industri, pos, dan kesekretariatan.

BERITA , INTERNASIONAL , INTERMEZZO

Selasa, 18 Sep 2018 13:51 WIB

Ilustrasi (Creative Commons - ShareAlike 3.0)

KBR - Sebuah penelitian dari World Economic Forum (WEF) mengungkapkan robot akan menangani 52 persen pekerjaan manusia pada 2025 mendatang. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dibanding pekerjaan yang dikerjakan robot sekarang ini.

Dilansir dari AFP, Senin (17/9/2018), peningkatan tajam itu juga berpotensi membuat manusia mengubah ketrampilan. Sehingga, bisa mengikuti pergeseran besar dalam bekerja dan bersaing dengan mesin juga program komputer.

"Pada 2025 lebih dari setengah tugas pekerjaan saat ini akan dilakukan oleh mesin, jika dibandingkan dengan hari ini yang mencapai 29 persen," kata organisasi nirlaba di Swiss tersebut.

Meskipun demikian, WEF memperkirakan perubahan tajam di sektor mesin dan algoritma, atau proses komputer dapat menciptakan 133 juta pekerjaan baru untuk menggantikan 75 juta pekerjaan yang akan hilang antara kini hingga 2022.

Dimuat dalam laporan The Future of Jobs 2018, WEF memprediksi robot bakal menggantikan manusia dalam sektor akuntansi, manajemen klien, industri, pos, dan kesekretariatan. Sedangkan pekerjaan yang masih membutuhkan keterampilan manusia, di antaranya di sektor penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan. Permintaan di beberapa sektor tersebut juga diperkirakan meningkat sejalan dengan berkembangnya e-commerce dan media sosial.

Penelitian ini menyarankan para pekerja untuk memperbarui keterampilan. Terutama dari segi kreativitas, pemikiran kritis, dan kemampuan memengaruhi orang lain (persuasi).

Laporan tersebut didapat dengan menyurvei para direktur personalia dan eksekutif senior dari pelbagai perusahaan di seluruh dunia yang mencapai 70 persen dari output global. Sejak kini hingga 2022 nanti, WEF meyakini sektor penerbangan, perjalanan, dan pariwisata harus melatih kembali pekerja agar dapat mengidentifikasi tren yang sedang berkembang.

WEF juga merekomendasikan agar pemerintah menyiapkan jaring pengaman untuk para pekerja juga masyarakat yang terancam oleh perubahan signifikan ini. Di antaranya, dengan memastikan pekerjaan baru yang lebih berkualitas dan stabil.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.