Share This

Istri Marah Duduki Kap Mobil, Suami Kena Tilang Polisi

Polisi menyebut pria itu dikenai sanksi dan ditilang, berupa denda penalti dua poin pada izin mengemudinya.

BERITA , INTERMEZZO

Jumat, 08 Sep 2017 14:31 WIB

Author

Agus Lukman

Istri Marah Duduki Kap Mobil, Suami Kena Tilang Polisi

Rekaman video memperlihatkan perempuan duduk di kap mobil yang sedang berjalan. (Foto: medsos)

KBR - Sebuah video beredar di dunia maya memperlihatkan seorang perempuan duduk di kap mobil hatchback warna hitam yang sedang melaju. Mobil itu dikemudikan seorang pria. Video itu viral di medsos, terutama melalui situs berbagi video Newsflare.

Menurut kantor berita UPI, video itu direkam di Tiongkok. Tepatnya di satu jalan di daerah Xianyang, Provinsi Shaanxi, pada hari Jumat. Namun tidak disebutkan tanggal kejadian.

Pria dan wanita itu rupanya suami istri. Polisi mengatakan pasangan itu sedang cekcok. Sang suami lantas bermaksud pergi mengendarai mobil. Namun sang istri nekat naik ke kap mobil, maksudnya mencegah suami supaya tidak meninggalkannya begitu saja ketika mereka sedang adu argumentasi.

Menurut keterangan kepolisian, pria itu tak mau dicegah. Justru tetap mengendarai mobil, meski istrinya berada di atas kap mesin mobil.


Polisi menyebut pria itu dikenai sanksi dan ditilang, berupa denda penalti dua poin pada izin mengemudinya. Penalti dua poin ini lebih ringan dibanding hukuman bagi pengemudi yang menggunakan telepon selular saat berkendara, yang dikenai penalti tiga poin dan denda 100 renminbi.

Berdasarkan peraturan keamanan lalu lintas jalan raya di Tiongkok, pelanggaran lalu lintas dikenakan denda dan/atau penalti pada SIM pengemudi. Catatannya bisa dilihat oleh pemilik SIM di situs Biro Manajemen Lalu Lintas di negara itu.

Mengemudi dalam keadaan mabuk, misalnya, di Tiongkok dikenai denda 5000 renminbi dan penalti 12 poin. Sedangkan tidak mengenakan sabuk pengaman didenda 100 renminbi dan penalti tiga poin.

Seorang pengemudi yang terkena penalti hingga 12 poin dalam satu tahun harus kembali mengikuti tes SIM dan mempelajari lagi aturan-aturan berlalu lintas.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.