Share This

Kantor Terbuka Tanpa Partisi Lebih Sehat

Para pekerja yang duduk terus menerus 14% lebih mudah terserang stres dibandingkan dengan pekerja yang aktif.

BERITA , INTERMEZZO

Selasa, 21 Agus 2018 11:31 WIB

KBR, Jakarta - Sebuah penelitian mengungkap hubungan antara desain kantor terbuka dan kesehatan pegawai yang bekerja di dalamnya. Hasil penelitian yang dilakukan pada pekerja pemerintah Amerika Serikat menunjukan  pegawai yang bekerja di kantor terbuka tanpa bilik di meja memungkinkan mereka melakukan aktivitas fisik 20% lebih banyak daripada pegawai yang bekerja di bilik. Aktivitas fisik pegawai di meja tanpa bilik 32% lebih lebih tinggi daripada pegawai yang duduk di kantor pribadi. 

Dengan menggunakan pengukuran sensor jantung, diketahui pegawai yang duduk terus menerus 14% lebih mudah terserang stres.

"Dalam hal dampak pada kesehatan dan pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik ini penting," kata Esther Sternberg, direktur University of Arizona Institute on Place and Wellbeing dikutip dari theguardian.com. "Ini baik dalam jangkauan yang akan berdampak kesehatan," tambah Sternberg.

Bahaya dari gaya hidup yang tidak aktif telah mendorong National Health Service (NHS) untuk menyarankan setidaknya 150 menit olahraga dalam seminggu. Hal itu dilakukan untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan pekerja untuk duduk.

Dalam studi sebelumnya, hal yang disebut "duduk berlebihan" telah dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, beberapa bentuk kanker, dan kematian dini.

Sternberg dan rekan-rekannya dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine, menjelaskan bagaimana mereka menyelidiki dampak tata letak kantor pada aktivitas dan tingkat stres 230 pekerja pemerintah AS.

Beberapa bekerja di kantor terbuka tanpa partisi di antara meja, beberapa lainnya bekerja di bilik dengan dinding yang tidak bisa dilihat sambil duduk. Dan yang lainnya menggunakan kantor pribadi.

Selama tiga hari dua malam, peneliti memantau aktivitas dan denyut jantung para pekerja menggunakan suatu sensor. Lalu peneliti menanyai para pekerja tentang suasana hati mereka melalui ponselnya.

Di luar pengaturan meja kantor, para peneliti menemukan bahwa tingkat stres tertinggi terjadi pada pekerja yang lebih tua.

Sternberg mengatakan dia hanya bisa berspekulasi mengapa orang yang lebih aktif cenderung bekerja di meja tanpa partisi. Salah satu alasanya karena kantor terbuka seperti itu biasanya telah menetapkan suatu tempat agar pekerja bisa pergi saat menerima panggilan video.

Selain itu, kantor yang terbuka memungkinkan pekerja untuk bercengkrama atau rapat. Hal itu membuat para pekerja lebih bergerak di kantor dari pada mereka yang memiliki bilik atau kantor pribadi.

Alih-alih menemukan tempat yang lebih pribadi di balik bilik meja kerja, hal ini malah membuat kesal para pekerja lainnya karena di balik bilik, pekerja dapat berbicara dengan keras saat menerima telepon dan mengganggu pekerja lainnya.

"Jika kita dapat mengetahui bagaimana merancang kantor untuk memungkinkan orang untuk lebih aktif, yang mana akan menghasilkan kesehatan yang lebih baik dan menurunkan stres. Maka, mendidik orang tentang hal itu benar-benar penting," kata Sternberg. (mlk)

  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.