Share This

Ada Kendara di Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional

Bagian dari ragam kerajinan Taman Nasional Wasur yang belum banyak dikenal orang.

BERITA , INTERMEZZO

Kamis, 30 Agus 2018 17:11 WIB

Author

Eka Jully

Alat musik kendara dipamerkan di Jambore Nasional  untuk memperingati Hari Konservasi Alam Nasional

Alat musik kendara dipamerkan di Jambore Nasional untuk memperingati Hari Konservasi Alam Nasional HKAN 2018 (Foto: Eka Jully)

KBR, Bitung - Kalau Anda melihat alat musik yang ditabuh, biasanya menganggap itu adalah gendang. Namun di Merauke, Papua, meski mirip gendang, tapi namanya Kendara. Menurut Kepala suku Kanume,  Merauke, Jeremias, alat musik ini biasanya dimainkan bersama dengan tarian khas Merauke, Tari Karamo atau Tari Kayanggi. 

"Alat ini terbuat dari pohon korido, kulitnya (tempat bagian memukul) terbuat dari kulit kangguru. Pada bagian tengah kulit ditempeli ampas madu. Manisnya (madu) diambil lalu ampasnya ditaruh di atas, biar bunyinya lebih bagus," jelas Jeremias.

Alat musik ini, selain bisa Anda temukan di Papua, saat ini juga bisa dinikmati di Bitung, Sulawesi Utara. Sekarang sedang berlangsung Jambore Nasional untuk memperingati Hari Konservasi Alam Nasional HKAN 2018 yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 27-31 Agustus 2018. Alat musik ini dipajang di stand Taman Nasional Wasur, Merauke.

Selain Kendara, stand ini juga memajang ragam kerajinan khas daerah Merauke. Ada tas yang terbuat dari pelepah sagu, namanya tas noken. Ada pula replika penyulingan minyak kayu putih, dari jenis kayu astromistus simpokarta. Penyulingan minyak kayu putih ini merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat di sekitar Taman Nasional Wasur, Merauke.

Jeremias berharap, dengan adanya acara ini bisa mengenalkan ragam kerajinan Taman Nasional Wasur, yang belum banyak dikenal orang.

Pada Pameran Konservasi Alam  ini, ada 42 stan yang pamer hasil bumi dan kerajinan. Pesertanya berasal dari UPT Direktorat Jenderal KSDAE dan mitra KSDAE, perwakilan kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Daerah Kota Bitung, dan berbagai LSM.  Kegiatan ini diikuti sekitar 3.000 peserta. 

Mengusung tema "Harmonisasi Alam dan Budaya", tahun ini KLHK menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Bitung untuk helatan HKAN 2018.

Rangkaian Peringatan HKAN tahun ini diawali dengan Jambore Nasional dan Pameran Konservasi Alam. Kedua kegiatan ini mulai dibuka pada Selasa (28/8/2018).

Ajang tersebut jadi momen bertukar ilmu dan pengalaman, juga pendalaman makna peringatan HKAN. Sehingga, jadi tambahan spirit dan bekal mengonservasi alam. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.