Share This

Jogja Gowes Tak Rekomendasikan Anggotanya Mudik Bersepeda

Untuk gowes, kelompoknya selalu menekankan prinsip "Safety First".

INTERMEZZO

Jumat, 17 Jul 2015 09:09 WIB

NgabubuRIDE bareng Jogja Gowes. Foto: Jogja Gowes

KBR - Komunitas pesepeda Jogja Gowes tidak merekomendasikan anggotanya untuk mudik dengan bersepeda. Hal ini diungkap oleh Yuda Wicaksana Putra pendiri Jogja Gowes.

"Teman-teman sih, saya belum tahu ya. Soalnya kemarin itu masalah safety. Ini tidak direkomendasikan soalnya dari Kepolisian naik sepeda motor aja tidak direkomendasikan karena padatnya jalur, nah sepertinya kemarin teman-teman tidak memilih dengan bersepeda untuk mudik karena masalah safety, karena lebaran," katanya kepada KBR, Kamis (16/7/2015). 

Meski begitu, Yuda tak menampik jika ada satu atau dua anggotanya yang mungkin melakukannya. Ia menambahkan, untuk gowes pihaknya selalu menekankan agar pesepeda menerapkan prinsip keselamatan yang utama atau "Safety First". Ia pun mengaku selalu melakukan edukasi untuk itu misalnya dengan mengenakan perlengkapan bersepeda. Kata dia, terbukti beberapa kecelakaan terselamatkan misalnya dengan mengenakan helm ketika bersepeda. Selain itu, kesiapan sepeda juga harus diperhatikan, apakah dalam kondisi prima atau tidak. Hal seperti putus rantai atau istilah “mengunci tiba-tiba” bisa berakibat fatal bagi penggunanya. Kemudian yang terakhir, cara bersepeda yang benar dan sesuai etika di jalan juga ditekankan untuk sesama pesepeda.

Editor: Malika 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.