Share This

Scorpions Akan Konser di Singapura

Scorpions akan bermain di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre pada 21 Oktober mendatang.

INTERMEZZO , BERITA

Kamis, 23 Jun 2016 11:27 WIB

Author

Sasmito

Scorpions Akan Konser di Singapura

Konser Scorpions. Foto: Youtube (Eagle Rock)

KBR- Band rock asal Jerman Scorpions akan konser ke Singapura dalam sebuah acara yang merupakan rangkaian dari "50th Anniversary World Tour". Menurut promotor konser LAMC Productions, mereka akan bermain di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre pada 21 Oktober mendatang.

"Band yang dikenal dengan hits seperti Winds Of Change, Rock You Like A Hurricane, No One Like You and Send Me an Angel telah terjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia, membuat mereka band rock paling sukses di Kontinental Eropa," jelas LAMC Productions.

Tur ini akan diikuti anggota lama Scorpions yaitu Klaus Meine, Rudolf Schenker dan Matthias jabs, bersama James Kottak dan Pawel Maciwoda.

Penjualan tiket pre-sale akan dilakukan pada 2 Juli mendatang dengan harga S $ 158 untuk tiket berdiri. Mereka yang membeli tiket pre-sale nantinya dapat masuk ke tempat prioritas konser.

Sementara untuk penjualan tiket standar akan dilakukan mulai 4 Juli dengan harga mulai S $ 98 hingga S $ 168. (Channelnewsasia)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.