Share This

Founder Persona Talk Harap Pemerintah Latih Teknologi Para Pemaja

Remaja Indonesia memiliki banyak ide kreatif untuk mengembangkan aplikasi.

BERITA , NASIONAL , INTERMEZZO

Selasa, 12 Mei 2015 14:34 WIB

Author

Khusnul Khotimah

personatalk.com

personatalk.com

KBR, Jakarta- Pembuat aplikasi media sosial Persona Talk berharap pemerintah membuat pelatihan-pelatihan teknologi kepada remaja. Founder Persona Talk Habibi Rizky Ramadhan mengatakan remaja Indonesia memiliki banyak ide kreatif untuk mengembangkan aplikasi. Kata Habibi, sudah waktunya Indonesia menjadi produsen aplikasi di pasar dalam negeri.

“Kemarin itu kan pemerintah banyak sekali mewacanakan misalnya Facebook dan twitter distop. Anak-anak ini bingung kalau dihentikan mau main apa. Hingga akhirnya sembunyi-sembunyi dari orang tua, “kata Pembuat aplikasi Persona Talk Habibi Rizky Ramadhan kepada KBR (12/5/2015).

Habibi Rizqi Ramadhan bersama dua temannya Asyraf Duyshart, Gujarat Santana dan Fachri berhasil membuat aplikasi bernama Persona. Aplikasi yang sudah di download oleh hampir tujuh ribu pengguna Google Play ini diklaim sebagai aplikasi yang bebas bully. Jika ada intimidasi secara verbal, maka pengguna yang berkomentar tersebut secara otomatis tidak bisa bergabung dalam diskusi.

Selain itu aplikasi ini sudah melalui konsultasi dengan dengan pemerhati anak Kak Seto dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia supaya remaja yang curhat bisa merasa nyaman karena akan mendapatkan komentar yang positif dan solusi dari psikolog.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.