Share This

Bondowoso Gelar Festival Petik Kopi

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bersiap menggelar “Festival Petik Kopi 2016”.

BERITA , NUSANTARA , INTERMEZZO

Sabtu, 02 Apr 2016 22:53 WIB

Author

Friska Kalia

Bondowoso Gelar Festival Petik Kopi

Perkebunan kopi di Bondowoso. Foto: KBR/Friska Kalia

KBR, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bersiap menggelar “Festival Petik Kopi 2016”. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Muhammad Erfan mengatakan, festival ini digelar untuk memperkenalkan Bondowoso sebagai salah satu kabupaten penghasil kopi terbaik di Indonesia.

“Rencana kami gelar saat panen kopi akhir Mei atau awal Juli. Nanti akan ada pemecahan rekor MURI petik kopi terbanyak dan kontes kopi nusantara,” kata Muhammad Erfan saat dihubungi KBR, Sabtu (2/4/2016).

Festival ini, kata dia, akan diisi berbagai kegiatan seputar proses pengolahan kopi. Dengan begitu, akan mempertegas posisi Bondowoso sebagai penghasil kopi kualitas terbaik. Ia juga mengharapkan, festival ini mampu menyedot kunjungan wisatawan ke Bondowoso.

Dalam Festival Petik Kopi ini, para wisatawan tak hanya melihat proses pengolahan kopi khas Bondowoso, tetapi juga bisa terlibat langsung. Meski baru pertama digelar, Erfan optimistis festival tersebut akan sukses.

“Kami persilahkan para pencinta kopi untuk hadir dan ikut dalam festival kopi,” pungkasnya.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.