Share This

Kreasi Tradisional Lurik Trendi

Apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar kata lurik? Pasti yang terbayang adalah kain dengan model jadul dan warna yang tua. Jika masih berpikiran seperti itu, coba perhatikan kreasi lurik dari House of Lawe.

INTERMEZZO

Selasa, 16 Apr 2013 11:04 WIB

Author

Ali Zakaria, Reporter Green Radio

Kreasi Tradisional Lurik Trendi
Perajin yang bermarkas di Kota Gudeg ini mencoba mengembangkan kreasi kain lurik dengan beragam produk fashion seperti tas dan pakaian dari bahan tradisional. Tidak hanya itu, bisnis keroyokan yang dikerjakan lima orang perempuan ini juga mengkreasi beragam produk siap pakai lainnya. "Kita juga mengerjakan alat-alat stationary, bed cover, dan cushion dengan tetap mempertahankan motif lurik ini,"kata Fitria, Manager Unit Bisnis House of Lawe.


Berbekal pengetahuan dan pengalaman selama lebih dari 7 tahun, Fitria dan kawan-kawan berhasil menciptakan produk inovatif dengan bahan dasar kain lurik yang berkualitas. "Kita memang berusaha menjaga mutu dari produk yang kami hasilkan karena kami menyasar segmen middle up yang notabene lebih mementingkan mutu ketika membeli sebuah produk. Dan produk kami adalah produk yang berdasar tradisional, ciri ini dikembangkan hingga sekarang,"ujarnya.

Bolehlah jika ada berkunjung ke Jogya mampir ke tempat ini atau juga berkunjung ke situsnya di www.houseoflawe.com.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.