Belanja dengan Cryptocurrency, Dari Beli Mobil sampai Bayar Kuliah

Kini ada sekitar 260.000 gerai makanan dan perusahaan ritel di seluruh dunia yang menerima uang kripto. Sejumlah perusahaan properti dan toko perhiasan juga menerima pembayaran dengan Bitcoin.

RUANG PUBLIK | INTERMEZZO

Kamis, 28 Feb 2019 19:17 WIB

Author

Adi Ahdiat

Bitcoin

Ilustrasi: Bitcoin (Foto: David McBee/Pexels)

Banyak negara menolak penggunaan cryptocurrency sebagai alat tukar. Mata uang digital ini dinilai sangat volatil, bisa turun atau naik drastis dalam sekejap, sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas ekonomi.

Tiongkok, Rusia, Thailand, Vietnam, Taiwan adalah contoh sejumlah negara yang menolak cryptocurrency.

Indonesia, meski telah melegalkan aset kripto dan emas digital sebagai komoditas bursa berjangka, nyatanya tetap menolak cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah.


Baca Juga:

Aset Kripto dan Emas Digital, Benda Apakah Itu?

Aset Kripto dan Emas Digital Masuk Bursa Berjangka, Ini Aturan Mainnya 

 

Belanja dengan Cryptocurrency

Kendati uang kripto memiliki volatilitas tinggi, ternyata ada banyak juga negara dan perusahaan yang menerima transaksi dengan cryptocurrency.

Menurut ICOholder, salah satu portal penyedia data cryptocurrency global, sampai 2019 ini ada sekitar 260.000 gerai makanan dan perusahaan ritel di seluruh dunia yang menerima transaksi uang kripto.

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan, universitas dan toko yang menerima mata uang digital sebagai alat pembayaran resmi.


Perusahaan Mobil

Tesla menerima transaksi pembelian mobil dengan Bitcoin. Menurut catatan ICOholder, transaksi Bitcoin di perusahaan mobil elektrik ternama ini dilakukan pertama kali pada  2013.

Di tahun tersebut, seorang pria asal Florida, Amerika Serikat (AS), membeli sebuah mobil Tesla seharga $ 103.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar. Pria tersebut membayarnya dengan alat tukar sejumlah 91,4 Bitcoin.

Dealer mobil BMW di Inggris juga menerima transaksi dengan Bitcoin. Menurut ICOholder, para pemilik cryptocurrency memang biasa membelanjakan uang kripto untuk barang-barang mewah.


Universitas

Sejumlah universitas dunia juga ternyata menerima pembayaran kuliah dengan cryptocurrency.

Menurut ICOholder, universitas pertama yang menerapkan sistem ini adalah Universitas Cumbria di Inggris. Di sana mahasiswa bisa membayar sebagian uang kuliahnya dengan Bitcoin.

European School of Management and Technology (ESMT) Berlin, Jerman, juga menawarkan program pendidikan level eksekutif dengan pembayaran Bitcoin.

Pembayaran Bitcoin juga diterima di King’s College of New York City, AS, dan Universitas Nicosia di Republik Siprus, sebuah negara kecil yang terletak di selatan Turki.


Toko Perhiasan

Untuk meningkatkan layanan e-commerce mereka, sejumlah toko perhiasan besar menerima pembayaran dengan Bitcoin.

Reeds Jewellers adalah salah satu contohnya. Toko perhiasan yang memiliki sekitar 65 cabang di AS ini menerima cryptocurrency untuk pembelian jam tangan, berlian bersertifikat, serta koleksi perhiasan lainnya.

Samer Halimeh, toko berlian yang memiliki cabang di London, New York dan Riyadh juga menerima uang kripto untuk pembelian perhiasan dan berbagai jenis permata.


Perusahaan Properti

Ada juga sejumlah perusahaan real-estate yang menerima pembayaran dengan mata uang digital.

Glen Oaks Escrow, sebuah perusahaan properti di California, baru-baru ini mengumumkan akan menerima pembayaran Bitcoin melalui BitPay.

Real Estate Maximums, perusahaan real-estate peringkat atas di AS, serta Brookliy yang berbasis di New York juga menerima Bitcoin untuk pembelian rumah.

Bahkan penyedia layanan pembayaran sewa property online di ASManageGo, sudah mulai menerima pembayaran dengan Bitcoin dan mata uang digital lain seperti Ethereum, XRP, dan sebagainya.

Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan tersebut akan mengonversi uang kripto ke dalam dolar AS.

(Sumber: www.icoholder.com)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Segera Bubarkan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Kejaksaan

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran