Share This

Smartphone Berbasis Ubuntu OS Siap Saingi Android dan iOS

Perusahaan penyedia layanan Ubuntu, Canonical hari Rabu (19/2) akhirnya mengumumkan penandatangan perjanjian dengan produsen ponsel terkemuka asal Spanyol BQ dan Meizu asal Cina.

INTERMEZZO

Kamis, 20 Feb 2014 19:44 WIB

Ubuntu, OS, Android dan iOS

KBR68H - Perusahaan penyedia layanan Ubuntu, Canonical hari Rabu (19/2) akhirnya mengumumkan penandatangan perjanjian dengan produsen ponsel terkemuka asal Spanyol BQ dan Meizu asal Cina.

Manajemen Ubuntu menyatakan, akan memperkenalkan paradigma baru untuk perangkat selular.

“Ubuntu memberikan kendali kepada tangan mitra dan menyajikan platform yang menarik bagi para konsumen,” kata Pendiri Canonical dan Ubuntu, Mark Shuttleworth dalam keterangan tertulisnya.

Shuttleworth menjanjikan akan memghadirkan tampilan yang terasa lebih “cair” daripada tampilan aplikasi yang ada pada Android dan iOS. Indonesia pun, kini jadi target pasar Ubuntu.

“Kami telah bekerja sama dengan Canonical dan Carrier Advisory Group selama beberapa bulan, dan berharap untuk dapat meluncurkan perangkat Ubuntu di pasar Indonesia,” kata Deputi CEO Smartfren, Richard Tan dalam laman keterangan pers Canonical.

Pengembangan program ini dimulai dengan mitra yang menyediakan ponsel. Sementara, target konsumennya adalah kelas menengah hingga kelas atas. Perangkat akan dijual secara online melalui BQ, Meizu, dan Ubuntu.com. (Ubuntu.com)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.