Share This

Samsung Luncurkan Galaxy S5 yang Kedap Air

INTERMEZZO

Kamis, 27 Feb 2014 13:20 WIB

Samsung, Galaxy S5, Kedap Air

KBR68H - Perusahaan teknologi terbesar di Asia, Samsung meluncurkan ponsel pintar Galaxy S5 dengan pembaca sidik jari dan layar yang lebih besar daripada rivalnya, iPhone dari Apple. Ponsel ini juga diperkenalkan sebagai ponsel yang kedap air. Pasar yang dituju oleh ponsel anyar ini adalah kelas atas alias high-end.
 
Dalam Mobile World Congress di Barcelona pada Selasa (25/2), Direktur Pemasaran Unit Ponsel Samsung, Cho Min memperkenalkan ponsel ini dengan sistem operasi Android dengan alat penguat jaringan dan Wi-Fi. Ponsel juga dapat tahan selama 30 menit di dalam air hingga kedalaman tiga kaki.

Soal ponsel ini, analis yang memimpin perusahaan Investment & Security Seoul, Oh Sang Woo mengatakan, ponsel anyar Samsung ini bukan sesuatu yang spektakuler.
 
“Namun, diharapankan untuk menjual sekitar 50 sampai 60 juta unit per tahun sehingga akan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan Samsung.”
 
Samsung S5 memiliki kamera utama dengan resolusi 16 megapixel (MP), lebih baik daripada model sebelumnya S4 yang hanya memiliki 13 MP. Ketahanan baterai juga lebih baik 20 persen daripada S4. Dengan layar 5.1 inci berdefinisi tinggi active-matrix organix light-emitting diode (AMOLED). (Bloomberg)
 
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.