Share This

Ilmuwan Amerika Buat Program Komputer untuk Prediksi Buku Terlaris

KBR68H, Washington - Komputer akan segera bisa memprediksi buku fiksi mana yang akan menjadi buku terlaris.

INTERMEZZO

Jumat, 10 Jan 2014 09:25 WIB

program komputer, prediksi, buku terlaris

KBR68H, Washington - Komputer akan segera bisa memprediksi buku fiksi mana yang akan menjadi buku terlaris.

Para ilmuwan di Universitas Stony Brook di New York, Amerika mengatakan telah mengembangkan sebuah program komputer yang 84 persen akurat bila diterapkan pada buku-buku yang sudah diterbitkan.

Dengan menganalisa gaya penulisan secara statistic dalam 5 ribu lebih buku yang telah diterbitkan dan mengidentifikasi unsur-unsur karakteristiknya, para peneliti menemukan buku-buku yang sukses memiliki banyak kesamaan gaya penulisan.

Hasil analisis menunjukkan buku-buku sukses, penggunaan kata sambung, seperti “dan” atau “tapi”, lebih sering dibandingkan dalam buku yang kurang sukses. Program ini juga menemukan penulis-penulis yang sukses lebih mengandalkan kata benda dan kata sifat dalam menggambarkan kisah-kisah mereka, dan menggunakan lebih banyak kata kerja untuk menggambarkan pikiran.

Beberapa agen penerbit buku mengatakan studi ini tidak memiliki nilai praktis karena evaluasi karya sastra melibatkan intuisi dan koneksi antara pengarang dan penerbit serta agennya.

Lebih dari 20 editor menolak naskahpertama J.K. Rowlings tentang bocah penyihir Harry Potter, yang kemudian meraih sukses fenomenal di seluruh dunia. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.