Vaksinasi Covid-19, Menkes Budi Disuntik Sebelum Presiden

"Sudah pasti Menteri Kesehatannya (yang) disuntik duluan"

NASIONAL | RAGAM

Kamis, 31 Des 2020 06:26 WIB

Author

Resky Novianto

Vaksinasi Covid-19, Menkes Budi Disuntik Sebelum Presiden

Menteri Kesehatan Budi Gunadi. (Medsos Setpres)

KBR, Jakarta-      Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kesediaannya untuk disuntik vaksin Covid-19 terlebih dahulu sebelum Presiden Joko Widodo. Budi mengatakan siap divaksin, ketika ditanyakan oleh awak media saat konferensi pers secara daring. 

"Kalau Bapak Presiden disuntik (vaksin Covid-19), sudah pasti Menteri Kesehatannya (yang) disuntik duluan. Cuma yang kelihatan di media mungkin harus Presiden duluan, tidak boleh Menterinya. Karena kita harus menjaga keamanan Bapak Presiden, itu adalah tugas kita," ujar Budi  saat Konferensi Pers Daring, Rabu (30/12/2020).

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah berulang kali menyatakan kesiapannya, untuk menjadi orang pertama yang disuntik vaksin corona di Indonesia.

Baca: Pandemi, Satgas Covid-19: Dalam 2 Bulan Kasus Naik Hampir 100 Persen

Sementara itu, vaksin yang telah tiba di Tanah Air pertama kali, yakni vaksin sinovac. Vaksin asal Cina ini telah tiba 7 Desember silam sebanyak 1,2 juta dosis. Kamis (31/12), rencananya vaksin Sinovac tambahan akan tiba 1,8 juta dosis di Tanah Air.

Vaksin Pfizer


Direktur Utama (Dirut) PT Bio Farma Honesti Basyir menyebut  pemroduksi vaksin covid Pfizer akan meminjamkan tempat penyimpanan khusus bagi Indonesia. Honesti mengatakan vaksin Pfizer dan BioNtech sudah masuk jenis daftar vaksin, yang akan digunakan untuk program vaksinasi di dalam negeri.

"Memang model kerjasama yang kita lakukan dengan Pfizer, mereka akan meminjamkan storage khusus, ultra low temperature itu ke daerah-daerah yang memungkinkan untuk diberikan vaksinasi. Jadi khusus Pfizer ini kita harus selektif, kita juga harus hati-hati untuk memilih lokasi di mana lokasi itu memang siap dilakukan pemberian vaksin Pfizer ini," ujar Honesti dalam konferensi pers daring, Rabu (30/12/2020).

Honesti Basyir mengatakan, peminjaman itu nantinya akan menjadi tantangan bagi Bio Farma, untuk bisa melengkapi kompetensi dan kapasitas untuk jenis vaksin yang membutuhkan penanganan khusus.

Sebelumnya, Bio Farma juga telah menyepakati pembelian 100 juta dosis vaksin asal Kanada, Novovax dan vaksin asal Inggris Astrazeneca.

 

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM