Puluhan Juta Pekerja Belum Terlindung BPJS Ketenagakerjaan

Dari 120 juta pekerja di Indonesia, baru ada 52 juta pekerja yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Itupun tak semuanya tercatat sebagai peserta aktif.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Des 2019 11:14 WIB

Author

Dwi Reinjani, Valda Kustarini, Adi Ahdiat

Puluhan Juta Pekerja Belum Terlindung BPJS Ketenagakerjaan

Buruh pengupas bawang di Serang, Banten (26/11/2019). Tanpa jaminan sosial, buruh berkeahlian rendah rentan terpaksa bekerja hingga lanjut usia. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- BPJS Ketenagakerjaan adalah program perlindungan sosial khusus untuk kalangan buruh atau pekerja. Peserta program ini bisa mendapat manfaat berupa:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);
  • Jaminan Hari Tua (JHT);
  • Jaminan Kematian (JKM), dan;
  • Jaminan Pensiun (JP).

Sayangnya, sampai kini masih ada sekitar 68 juta pekerja yang belum terlindung berbagai jaminan tersebut. 

Menurut Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis, dari 120 juta pekerja di Indonesia, baru ada 52 juta pekerja yang terdaftar. Itupun tak semuanya tercatat sebagai peserta aktif.

“Jadi yang terdaftar (BPJS Ketenagakerjaan) 52 juta (pekerja), yang aktif terakhir datanya sebanyak 33 juta (pekerja)," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Rabu (11/12/2019).


Lihat Juga: Banyak Buruh Tak Punya Pensiun, BPS Usul Ada Lapangan Kerja untuk Lansia


Apindo: Banyak Perusahaan Belum Mendaftarkan Pegawainya

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), masalah di atas terjadi karena ada banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pegawainya ke BPJS Ketenagakerjaan.

"(Perusahaan) yang kebanyakan tidak mengikuti BPJS (Ketenagakerjaan) itu pastinya tidak memenuhi upah minimum (pegawainya). Jadi dia tidak sanggup membayar upah minimum, makanya kemungkinan besar dia tidak ikut BPJS," kata Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani kepada KBR, Rabu (11/12/2019).

"Kelihatannya yang menghadapi banyak kendala itu biasanya perusahaan kecil, biasanya itu mereka di jasa perdagangan lebih banyaknya. Karena lebih kecil organisasinya dan sebagainya. Tapi kalau manufaktur itu, kalau yang menengah kecil, relatif ikut (BPJS Ketenagakerjaan), walaupun biasanya tidak sepenuhnya," lanjut Haryadi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7