Produknya Dibajak, Harley-Davidson Mengadu ke Menteri Yasonna

“Kami masih banyak menemukan produk tiruan kami (Harley-Davidson) seperti baju, sarung tangan, suvenir yang bebas diperjualbelikan di Indonesia.”

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Des 2019 15:21 WIB

Author

Adi Ahdiat

Produknya Dibajak, Harley-Davidson Mengadu ke Menteri Yasonna

Logo Harley-Davidson. (Wikimedia Commons)

KBR, Jakarta - Perwakilan brand Harley-Davidson mengadukan masalah pembajakan produknya kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

“Kami masih banyak menemukan produk tiruan kami (Harley-Davidson) seperti baju, sarung tangan, suvenir yang bebas diperjualbelikan di Indonesia,” keluh perwakilan Harley-Davidson kepada Yasonna, seperti dilansir situs Kemenkumham, Jumat (6/12/2019).

Menkumham Yasonna pun menerima keluhan tersebut dengan baik. "Silakan sampaikan ke kami jika menemukan pelanggaran akan kekayaan intelektual," balas Yasonna.

Baca Juga:


Menkumham Siap Bantu Investor

Aduan soal produk bajakan tadi mencuat dalam pertemuan resmi Menkumham Yasonna dengan dewan bisnis Amerika atau United States-ASEAN Business Council (US-ABC) di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Menkumham Yasonna melaporkan progres pembahasan omnibus law kepada delegasi US-ABC, yang di antaranya merupakan perwakilan Harley Davidson dan Phillip Morris International.

“Badan legislatif DPR sudah menyetujui pembahasan omnibus law menjadi prioritas," lapor Yasonna kepada US-ABC.

“Kami berusaha semaksimal mungkin dalam membantu para investor untuk berbisnis di Indonesia, sehingga investasi di Indonesia dapat meningkat,” lanjut Yasonna.

“Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah melakukan peninjauan kembali terhadap sejumlah perda yang kontra-produktif terhadap investasi,” kata Yasonna lagi.

Di kesempatan tersebut, delegasi US-ABC Michael W. Michalak pun menyampaikan apresiasinya. “Kami (US-ABC) tidak sabar menunggu omnibus law,” kata Michael, seperti dilansir situs Kemenkumham, Jumat (6/12/2019).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7