Menko Polhukam Sebut Rencana Sentralisasi Pembangunan Papua

"Kita ke depan akan membangun Papua secara holistik dan komprehensif. Kalau setiap kementerian punya program yang berbeda-beda, tempatnya beda, itu tidak akan berguna."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Des 2019 10:56 WIB

Author

Lea Citra

Menko Polhukam Sebut Rencana Sentralisasi Pembangunan Papua

Ilustrasi. Jalan TransPapua di Wamena. Foto diambil 5 Desember 2018. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan rencana pemerintah untuk sentralisasi pembangunan Papua. Sentralisasi yang dimaksud adalah pembangunan dari setiap kementerian dan lembaga pemerintahan.

Mahfud MD mengklaim Presiden Jokowi serius membangun kesejahteraan Papua. Menurutnya, pemerintah sudah bertekad membangun Papua secara holistik.

"Kemungkinan akan disatukan dalam satu payung hukum. Satu Inpres yang baru. Karena Inpres 9 sudah mau berakhir. Nanti kita perpanjangan lalu ditempelkan program-program dan desk-desk yang menyatu itu. Kenapa? Ya tadi yang disambutan... di infrastruktur, SDM, pendidikan, kesehatan, pelayanan masyarakat.. Jadi fokus-fokus kesitu nantinya," kata Mahfud setelah mengikuti Konferensi Pembangunan Papua 2019 di JW Marriott Jakarta, Senin (17/12/2019).

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2017 mengatur Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Simak juga laporan lain:



Mahfud MD mengatakan pembangunan tanpa koordinasi akan sia-sia. Ia menganggap pembangunan dengan satu payung hukum akan mempercepat kerja pembangunan di Papua.

Mahfud juga menolak solusi referendum Papua. Ia menganggap usaha memerdekakan Papua sebagai pemberontakan dan akan ditangani dengan segala cara. Mahfud mengatakan pemerintah akan membangun Papua, bukan memerdekakannya.

"Kita ke depan akan membangun Papua secara holistik dan komprehensif. Kalau setiap kementerian punya program yang berbeda-beda, tempatnya beda, itu tidak akan berguna. Ada yang bangun terminal di sini, terus gedung olahraga dibangun di sana, gedung pertunjukan dimana lagi. Sekarang diharapkan itu menyatu, meskipun anggarannya terserah departemen," lanjutnya.

Menko Polhukam berdalih selama ini pembangunan Papua terhambat dengan jarak, transportasi dan komunikasi sulit. Saat ini menurutnya, transportasi dan komunikasi lebih baik. Dia optimis pembangunan di Papua akan berjalan.

Ikuti juga laporan terkait lain:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Naik, Apa Artinya?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14