Komisi IV DPR: Ekspor Benih Lobster Sangat Merugikan Rakyat

"Semua anggota Komisi IV tidak sepakat manakala merugikan rakyat, karena kita wakil rakyat dan akan menolak."

BERITA | NASIONAL

Senin, 16 Des 2019 15:47 WIB

Author

Resky Novianto, Adi Ahdiat

Komisi IV DPR: Ekspor Benih Lobster Sangat Merugikan Rakyat

Ilustrasi: Lobster dewasa punya nilai ekonomi jauh lebih tinggi ketimbang saat masih berupa benih. (Foto: Pixabay/Jean-Marc Staehle)

KBR, Jakarta - Komisi IV DPR Bidang Maritim menolak rencana pembukaan kembali keran ekspor benih lobster yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Menurut Hasan Aminuddin, Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Nasdem, ekspor bebas benih lobster akan merugikan para nelayan dan petambak.

"Kalau hari ini (ekspor benih) lobster dibebaskan ya sangat merugikan rakyat, dan saya tidak sepakat dan tidak setuju," kata Hasan Aminuddin usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pertanian di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/12/2019).

"Saya akan bicara bagaimana bantuan pemerintah itu berpihak kepada petani dan nelayan, bukan kepada pengusaha. Selama ini kan kita memberikan, menguntungkan kepada pengusaha, tapi tidak mengentaskan (kemiskinan) nelayan itu sendiri," kata Hasan.

"Saya atas nama Pimpinan Komisi IV, sepanjang sumber daya alam republik ini menguntungkan kepada rakyat dan sesuai dengan aturan perundang-undangan, akan sepakat. Namun sebaliknya, manakala itu merugikan rakyat, walaupun benar menurut undang-undang tapi merugikan rakyat, untuk hari ini saya tidak sepakat. Semua anggota Komisi IV tidak sepakat manakala merugikan rakyat, karena kita wakil rakyat dan akan menolak," ujarnya lagi.

Hasan menegaskan mestinya pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan benih lobster domestik ketimbang memaksakan ekspor.

Ia juga mendorong aparat penegak hukum agar terus mengawasi penyelundupan benih lobster ke luar negeri.

"Tentunya pengawasan yang berlapis, terutama aparat penegak hukum dari Bea Cukai, Polairut, dan TNI-Polri lah yang mengawasi tentang itu (penyelundupan benih lobster), bagaimana ini dilakukan koordinasi lebih baik dari sebelumnya," tutur Hasan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat